PANDEGLANG, biem.co – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten melalui Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI) menyelenggarakan Seminar Nasional Pangan dengan tema strategi kedaulatan dan kemandirian pangan berkelanjutan pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung Serba Guna H. Irsjad Djuwaeli. Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis perguruan tinggi untuk menjawab tantangan pangan di masa depan sekaligus memperkuat peran akademisi dalam pembangunan regional yang berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UNMA Banten, Nur Aziz Hakim, SH., MM., M.Kn., yang mewakili Rektor Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si. Dalam sambutannya, Nur Aziz Hakim menegaskan bahwa sinergi antara akademisi dan pemerintah adalah kunci utama dalam membangun ketahanan pangan dan kemandirian produksi lokal. Ia menekankan bahwa integrasi ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kearifan lokal menjadi fondasi strategis untuk menciptakan ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Seminar ini dihadiri tamu undangan penting, termasuk para kepala desa, Dr. Ir. Eden Gunawan, MM., IPU., ASEAN-Eng selaku Ketua ICMI Banten, dan perwakilan Kepolisian Resor Pandeglang. Kehadiran mereka menegaskan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas.
Empat pakar utama hadir membedah isu pangan dari berbagai perspektif. Ahmad Tusi, Ph.D dari Universitas Lampung memaparkan urgensi pengintegrasian kearifan lokal dalam strategi pembangunan pangan berkelanjutan, menekankan bahwa tradisi pertanian masyarakat lokal menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan. Dr. Agus M. Tauchid, M.Si, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, menyoroti kebijakan tata kelola pertanian di tingkat regional sebagai instrumen untuk memperkuat kedaulatan pangan, mulai dari pengelolaan lahan hingga distribusi hasil produksi. Sementara itu, Prof. Dr. Chusnul Arif, S.TP., M.Si dari IPB University mengulas inovasi pengelolaan sumber daya desa untuk menciptakan sistem pangan mandiri, sedangkan Prof. Dr. Ir. Suhendar Sulaeman, MS, Guru Besar UMJ, menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat desa adalah kunci keberhasilan kemandirian pangan.
Seminar ini tidak berhenti pada diskusi teoritis. Aksi nyata dilakukan dengan penanaman jagung serentak di kebun belakang kampus UNMA Banten, dipandu oleh Dadan A. Hudaya. Kegiatan melibatkan tokoh masyarakat, tamu undangan, dan mahasiswa FTI UNMA Banten sebagai simbol komitmen nyata perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah terkait diversifikasi pangan dan optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif. Aksi ini menjadi demonstrasi bahwa teori dan kebijakan harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret di lapangan.
Melalui rangkaian seminar dan aksi lapangan ini, UNMA Banten berkomitmen menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi Pemerintah Provinsi Banten, sehingga ketahanan pangan masyarakat dapat diperkuat berbasis sumber daya lokal dan partisipasi komunitas. Upaya ini menjadi contoh model akademik yang terintegrasi dengan pembangunan sosial-ekonomi, menegaskan bahwa universitas dapat menjadi motor penggerak transformasi regional dalam konteks nasional maupun global. (Red)








