KabarSejarahTerkini

Perkuat Ekosistem Budaya, DKKC Luncurkan Kalender Event 2026

CILEGON, biem.co – Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) resmi meluncurkan Kalender Event Kebudayaan 2026 sebagai langkah strategis untuk merawat ingatan kolektif dan memperkuat identitas kota di tengah kepungan industri. Peluncuran ini bertujuan untuk menjadikan kebudayaan sebagai napas kehidupan masyarakat sekaligus fondasi pembangunan kota di tengah pesatnya sektor industri.

Melalui gerakan Rawat Budaye, Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DKKC, Rizal Arif Baihaqi, menyampaikan, ada empat agenda besar yang dirancang untuk menghidupkan kembali ruh kebudayaan sepanjang tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kalender ini merupakan komitmen untuk menghadirkan kebudayaan sebagai praktik hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Cilegon harus memiliki identitas yang kuat. Kami ingin memastikan bahwa kegiatan budaya di sini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ekosistem yang berkelanjutan dan membanggakan bagi seluruh warga,” kata Rizal, Sabtu (24/1/2026).

Rizal menjelaskan, empat agenda utama yang menjadi wajah kebudayaan Cilegon tahun 2026 diantaranya Padang Wulan (Srawung Purnama ing Cilegon), Tutur Cilegon, Ruwat Jagat Muharram 2, dan Riyaye Budaya.

“Padang Wulan sendiri merupakan forum dialog bulanan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota. Sebagai cagar budaya, kami ingin menjadikannya ruang terbuka di mana seniman, pemerintah, dan masyarakat bisa srawung (berkumpul) tanpa sekat, sesuai falsafah silih asah, silih asih, silih asuh. Sementara Tutur Cilegon, merupakan agenda khusus di bulan April (Hari Jadi Kota Cilegon) yang berfokus pada penguatan tradisi lisan, cerita rakyat, dan memori kolektif,” jelasnya.

Untuk Ruwat Jagat Muharram 2 atau Muharram Culture Fest 2026, kata Rizal, merupakan agenda lanjutan yang pernah diselenggarakan tahun sebelumnya dan dilaksanakan sebagai sebuah refleksi spiritual dan momentum membersihkan batin untuk menata masa depan kota.

“Terakhir, menyambut ditetapkannya Hari Kebudayaan Nasional oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kebudayaan, DKKC menginisiasi kegiatan bernama Riyaye Budaye yang digelar untuk merayakan Hari Kebudayaan Nasional sebagai ruang unjuk karya, pameran, dan apresiasi bagi para pelaku budaya di Cilegon agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Rizal menekankan, bahwa Bidang Promosi dan Publikasi akan bekerja maksimal untuk memastikan pesan-pesan kebudayaan ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

​“Tantangan kita adalah bagaimana kebudayaan lokal bisa bersaing dan tetap menarik di era digital. Melalui publikasi yang masif dan kemasan acara yang menarik, kami ingin kebudayaan menjadi kebanggaan setiap warga Cilegon,” tutupnya.

Peluncuran ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eva Warni, menekankan pentingnya sinergi antara komunitas dan pemerintah agar agenda ini tidak sekadar menjadi wacana.

“Ini bukan hanya tugas Dewan Kebudayaan saja, tetapi tugas kita semua, seluruh elemen masyarakat Kota Cilegon,” ujar Eva.

Ia berharap Kalender Event 2026 ini benar-benar menjadi gerakan nyata yang menghidupkan kembali identitas daerah. Eva juga menyoroti tantangan Cilegon sebagai kota industri.

“Cilegon memang kota industri, kita tidak bisa menolak itu. Tetapi industri yang tanpa budaya itu kering. Industri yang tanpa nilai-nilai lokal akan membuat kita kehilangan jati diri,” tegasnya.

Menurutnya, pihak dinas akan berupaya menangkap kegelisahan para budayawan untuk dijadikan kebijakan yang mendukung pelestarian nilai-nilai lokal.

Dengan peluncuran ini, DKKC mengundang kolaborasi lintas sektor untuk memastikan Cilegon tumbuh seimbang dalam artian, kuat secara ekonomi industri, namun tetap kokoh dalam akar budayanya. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button