SERANG, biem.co– Universitas Primagraha (UPG) terus memantapkan langkah kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pertemuan pembahasan kerja sama tersebut digelar sebagai upaya membangun sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan sektor ketenagakerjaan.
Rektor UPG, Romli Ardie, menyampaikan bahwa komunikasi antara UPG dan Pemprov Banten telah terjalin sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, pembahasan kerja sama sudah dilakukan dalam beberapa pertemuan sebelumnya, termasuk bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten.
“Secara implementasi, kegiatan UPG di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebenarnya sudah berjalan. Hanya saja, payung hukum formal dalam bentuk MoU ini yang sedang kita matangkan bersama,” ujar Romli, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menegaskan, sebagai perguruan tinggi swasta yang tumbuh di Banten, UPG siap berkontribusi aktif dalam program pengembangan sumber daya manusia (SDM) daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan Pemprov Banten akan memperkuat peran kampus dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.
UPG sendiri tergolong perguruan tinggi yang masih muda, dengan usia sekitar lima tahun. Meski demikian, perkembangannya cukup pesat. Saat ini UPG telah memiliki enam fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Agama Islam, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), ditambah satu program pascasarjana. Jumlah mahasiswa aktif pun telah mencapai lebih dari 5.000 orang.
“Ini menjadi potensi besar. Jika ada kebersamaan antara Pemprov Banten dan UPG, insyaallah berbagai tanggung jawab dalam membangun SDM Banten bisa kita jalankan bersama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UPG, Anis F. Salam, menyambut antusias rencana kerja sama tersebut. Ia menyebut jajaran UPG sangat bersemangat untuk bisa terlibat langsung dalam program-program strategis Pemprov Banten.
“Kami senang sekali dengan rencana MoU ini. Ini bentuk kebersamaan yang memang perlu kita bangun dengan pemerintah provinsi,” ujarnya.
Anis menambahkan, sebelumnya UPG juga telah melakukan audiensi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten pada 6 November lalu. Dalam pertemuan tersebut, UPG memaparkan berbagai program yang dapat disinergikan, terutama yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas SDM.
“Intinya kami ingin membantu Pemerintah Provinsi Banten, khususnya dalam bidang ketenagakerjaan dan penguatan kompetensi masyarakat,” jelasnya.
Dari pihak Pemprov Banten, Kepala Bagian Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten, Evi Syaefudin, menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Ia menilai MoU akan menjadi payung hukum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
“MoU ini nantinya menjadi dasar bagi perangkat daerah untuk menindaklanjuti kerja sama melalui perjanjian turunan seperti MoA dan Implementation Agreement (IA), sehingga program-program yang dirancang bisa benar-benar diimplementasikan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui rencana kerja sama ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah semakin kuat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan perluasan kesempatan kerja di Provinsi Banten. ***








