KABUPATEN TANGERANG, biem.co – Peresmian Stasiun Jatake menjadi penanda penting arah pembangunan transportasi di Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, kehadiran jalur dan stasiun kereta api bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi pemicu tumbuhnya kawasan baru dan pemerataan ekonomi.
Stasiun Jatake memperkuat konektivitas regional Tangerang sebagai kawasan aglomerasi berbasis Transit Oriented Development. Akses makin mudah, mobilitas masyarakat lebih cepat, dan daya saing wilayah meningkat. Pengalaman Banten sejak pengoperasian jalur ganda listrik lebih dari satu dekade lalu menunjukkan bahwa perkeretaapian berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi.
Andra Soni menekankan, banyak stasiun di Banten telah berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi. Stasiun Jatake diharapkan mengikuti jejak tersebut, sekaligus mendorong pengembangan transportasi massal yang lebih luas dan terintegrasi.
Pemprov Banten juga mendorong reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung Pandeglang Saketi Labuan agar pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah utara. Jalur ini dinilai penting untuk membuka akses wilayah selatan dan mendukung pariwisata, termasuk Tanjung Lesung dan Carita, dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa Stasiun Jatake dibangun melalui kolaborasi tanpa APBN. Stasiun seluas sekitar 3.000 meter persegi ini mampu melayani lebih dari dua ribu penumpang per hari dan dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas kawasan BSD City dan sekitarnya.
Pemerintah pusat dan daerah sepakat memperkuat perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas. Tujuannya jelas, transportasi publik yang terjangkau, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. (Red)








