Kabar

Lelaki di Banten Kian Tertekan, Status Pengangguran Menghantui

SERANG, biem.co – Di balik kabar turunnya tingkat pengangguran di Provinsi Banten, tersimpan cerita yang tak banyak disadari, pasalnya semakin banyak laki-laki usia kerja justru belum mendapatkan pekerjaan.

Data ketenagakerjaan terbaru yang diterbitkan oleh BPS Banten menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada November 2025 memang turun tipis menjadi 6,63 persen. Namun jika dilihat lebih dalam, nasib angkatan kerja laki-laki justru bergerak ke arah sebaliknya.

TPT laki-laki tercatat mencapai 7,07 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang berada di angka 5,91 persen. Artinya, dari setiap 100 laki-laki yang masuk angkatan kerja, sekitar tujuh orang masih belum memiliki pekerjaan. Sebuah angka yang bukan sekadar statistik, tetapi cerminan tekanan hidup yang nyata.

Yang lebih mengkhawatirkan, pengangguran laki-laki justru meningkat 0,62 persen poin dibanding Agustus 2025. Di saat sebagian perempuan mulai mendapatkan lebih banyak ruang di dunia kerja, sebagian laki-laki malah tertinggal dalam persaingan yang semakin ketat.

Bagi banyak keluarga, kondisi ini bukan sekadar data di atas kertas. Ini tentang ayah yang belum juga mendapat pekerjaan tetap, lulusan muda yang pulang membawa map lamaran tanpa kabar, hingga kepala keluarga yang harus memutar otak demi menyambung hidup.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan dinamika pasar kerja di Banten. Sektor-sektor tertentu mungkin mulai membuka peluang baru bagi perempuan, sementara sebagian pekerjaan yang selama ini didominasi laki-laki justru mengalami perlambatan atau penyusutan.

Kondisi ini menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan. Upaya penciptaan lapangan kerja, pelatihan vokasi, hingga penguatan sektor produktif perlu disesuaikan dengan realitas baru ini. Tanpa langkah yang tepat, jurang ketidakpastian ekonomi bagi banyak laki-laki usia produktif bisa semakin dalam.

Angka pengangguran boleh turun secara umum. Namun bagi ribuan laki-laki di Banten yang masih menunggu kesempatan, hidup tetap terasa berat. Di balik persentase itu, ada harga diri yang diuji, tanggung jawab keluarga yang mendesak, dan harapan yang belum juga menemukan jawaban. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button