TANGERANG, biem.co – Dunia sektor jasa keuangan di DKI Jakarta dan Banten terus menunjukkan tren positif.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala KOJT Edwin Nurhadi kepada awak media saat menggelar bincang santai bersama media, Tangerang 15 Agustus 2025.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2025 mencatat, penyaluran kredit dan jumlah dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat di bank tumbuh cukup signifikan dibanding tahun lalu.
“Di Jakarta, total tabungan, giro, dan deposito yang dihimpun bank mencapai Rp6.049,35 triliun, naik dari Rp5.045,16 triliun pada Juni 2024. Sementara di Banten, nilainya juga meningkat jadi Rp292,93 triliun dari Rp285,69 triliun,” ujarnya.
Untuk kredit, bank di Jakarta menyalurkan Rp3.971,73 triliun, sedangkan di Banten Rp221,96 triliun. Di Jakarta, sektor terbesar penerima kredit adalah industri pengolahan, perdagangan, transportasi, real estate, dan jasa keuangan.
Sementara di Banten, porsi terbesar justru ke kredit rumah tinggal, disusul industri pengolahan dan perdagangan.
“Menariknya, porsi kredit untuk UMKM di Banten jauh lebih tinggi (17,2%) dibandingkan Jakarta (5,6%),” ujar Adi Dharma selaku kepala OJK Banten
OJK juga mencatat, kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) di Jakarta sebesar 2,19% dan di Banten 2,14%.
Sementara rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) ada di angka 81,89% untuk Jakarta dan 71,90% untuk Banten. ***








