Kabar

Relokasi PKL Tak Kunjung Temukan Titik Terang, SWOT Lakukan Audiensi

KOTA SERANG, biem.co — Persoalan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Eks Stadion Maulana Yusuf (MY) hingga saat ini masih belum menemukan titik terang. Pasalnya pasar Kepandean yang digadang-gadang sebagai lokasi relokasi PKL Eks Stadion hingga saat ini tidak jealas dan mulai ditinggal oleh para pedagang.

Berangkat dari permasalahan tersebut Serikat Mahasiswa Sosial Demokratik (SWOT) bersama dengan perwakilan PKL Eks Stadion, melakukan audiensi dengan pemerintah Kota Serang, guna menemukan solusi.

Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, yang saat itu meneriama audiensi mengatakan, pada dasarnya pemerintah Kota Serang sangat konsen dan komitmen terhadap persoalan PKL. Namun memang, saat ini masih terdapat beberapa kendala.

“Kami sangat konsen dan komitmen untuk menempatkan PKL Eks Stadion, di pasar Kepandean. Tapi tentu, kami pun sangat menyadari bahwa ada keterlambatan dalam pembangunan-pembangunan Shelter (tempat) dan awning (kanopi) itu sendiri,” ujarnya seusai melakukan Audiensi di ruang kerjanya, Senin (29/07/2019).

Pembangunan awning yang sempat terlamba, Subadri mengaku saat ini sudah memiliki pemenang dalam lelangnya.

“Tadi sudah dijelaskan oleh OPD terkait, bahwa awning sudah dalam proses lelang. Insya Allah dalam 60 hari kedepan, para PKL ini sudah dapat tertata. Karena sudah nyaman dan sudah diposisikan,” terangnya.

Mengenai daya tampung pasar Kepandean, Subadri mengatakan bahwa awning yang telah disiapkan oleh pemerintah Kota Serang, dapat menampung hingga 500 PKL.

“Pemerintah Kota Serang membangun 500 kios disana. Sehingga cukup untuk mengakomodir PKL eks Stadion yang sebanyak 467 itu,” ucapnya.

Mengenai gangguan keamanan dan ketertiban yang dikeluhkan oleh PKL, Subadri mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan permasalahan tersebut, dan berkoordinasi dengan Satpol PP serta pihak Kepolisian.

“Gangguan keamanan karena memang belum tertata rapih aja. Kalau memang awning-awningnya sudah dibangun, pasti kan mereka (preman) tidak berani untuk mengganggu lagi. Karena itu fasilitas milik negara,” terangnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada SWOT dan perwakilan PKL eks Stadion, yang sudah melakukan pengawalan terhadap jalannya pemerintahan.

“Terimakasih saya ucapkan kepada teman-teman mahasiswa, yang sudah mengawal kami selaku unsur yang menjalankan pemerintahan, kami apresiasi,” tandasnya.

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *