CILACAP, biem.co – Warga binaan Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu mengolah abu sisa pembakaran batu bara PLTU Adipala atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi produk konstruksi bernilai jual seperti batako, paving block, hingga buis beton.
Program yang digelar melalui workshop FABA hasil kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bersama PT PLN (Persero) ini dimaksudkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan baru agar siap hidup mandiri setelah bebas.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyebut pelatihan ini sebagai model pembinaan produktif. “Kami ingin warga binaan memiliki bekal keterampilan nyata saat kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau workshop, Selasa (9/9).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pemanfaatan FABA tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. “Produk warga binaan Nusakambangan sudah berkualitas premium dan berpotensi masuk pasar industri,” jelasnya.
Dengan kapasitas dua unit mesin, workshop FABA Nusakambangan mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako per tahun, dengan potensi omzet Rp5,4 miliar jika berjalan optimal. Saat ini, 30 warga binaan telah aktif mengikuti program dan diproyeksikan jumlahnya terus bertambah. ***








