TANGERANG, biem.co — Penguatan hilirisasi mineral nasional kembali mendapat dorongan besar melalui langkah strategis yang hadir di Provinsi Banten.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Banten Anugerah Industri Kemajuan untuk penyediaan pasokan listrik baru sebesar 1.920.000.000 VA (1.920 MVA) bagi proyek pembangunan refinery alumina berstandar global.
MoU ini menjadi pijakan penting bagi Banten dalam memperkokoh rantai pasok industri mineral strategis dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Penandatanganan berlangsung dengan dukungan penuh jajaran manajemen PLN, mulai dari Kantor Pusat, PLN UIP JBB, PLN UIT JBB, hingga PLN UIP2B Jamali. Kehadiran lintas unit tersebut menegaskan kesiapan PLN dalam memastikan infrastruktur kelistrikan, studi teknis, dan operasi sistem berjalan optimal untuk melayani kebutuhan industri berdaya besar.
Sebagai pengembang fasilitas refinery alumina, PT Banten Anugerah Industri Kemajuan menilai pasokan listrik merupakan faktor kritis dalam keberhasilan investasi. Komisaris perusahaan, Winarto Asnim, mengapresiasi dukungan cepat PLN serta kesiapan pemerintah daerah.
“Kami melihat masa depan industri aluminium ada di Indonesia. Hal itu dapat terwujud karena adanya dukungan kuat berbagai pihak, termasuk respons cepat dari PLN. Proyek ini membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar, dan MoU ini memberikan keyakinan penuh bahwa pembangunan dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Banten,” terang Winarto, Rabu 3 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan fondasi awal yang memastikan kesiapan energi untuk operasional penuh refinery alumina.
“Dengan dukungan PLN, kami optimistis kawasan industri ini akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru dan memperkuat posisi Banten dalam industri hilirisasi mineral,” ujarnya.
Dalam MoU tersebut, PLN berkomitmen menyediakan pasokan daya sebesar 960 MVA pada tahun 2026, dan meningkat menjadi 1.920 MVA pada 2027. Kesiapan teknis akan dikoordinasikan secara terpadu, mulai dari studi sistem, pembangunan transmisi dan distribusi, hingga skema operasi sistem yang aman dan andal.
Vice President Akuisisi Pelanggan dan Layanan Khusus PLN Kantor Pusat, Fauzi Arubusman, menjelaskan bahwa permintaan energi berkapasitas besar dari industri pengolahan mineral merupakan kesempatan strategis bagi PLN untuk menghadirkan layanan terbaik.
“PLN siap memberikan dukungan penuh bagi setiap investasi industri yang membawa nilai tambah bagi ekonomi daerah dan nasional. Kami memastikan seluruh kebutuhan energi pelanggan sudah direncanakan sejak awal dan dipenuhi dengan standar layanan yang teukur dan berkelanjutan,” kata Fauzi.
Ia menekankan bahwa dukungan energi yang kuat akan mempercepat proses pembangunan smelter dan memperbesar kontribusinya bagi perekonomian Indonesia.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi terus berlanjut hingga realisasi layanan.
“Kolaborasi ini menegaskan bahwa PLN hadir sebagai mitra strategis industri. Setiap tahapan—mulai studi teknis, pembangunan infrastruktur, hingga proses energize—akan kami jalankan dengan kepastian waktu dan standar layanan terbaik. Dengan dukungan seluruh unit PLN, kebutuhan daya 1.920 MVA akan dipenuhi secara terukur,” jelas Joharifin.
Ia menambahkan bahwa hilirisasi mineral merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia. Karena itu, penyediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi prasyarat utama agar industri dapat tumbuh, membuka investasi baru, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ***








