TANGERANG SELATAN, biem.co – Persoalan sampah tidak selalu harus menunggu proyek besar. Dari rumah, perubahan bisa dimulai. Itulah pesan yang ditegaskan Gubernur Banten Andra Soni melalui bantuan fasilitas pengolah sampah organik untuk Kota Tangerang Selatan.
Bantuan berupa toren Pupuk Organik Cair dan Biogas ini mampu mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kilogram per hari. Hasilnya bukan hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan untuk memasak. Langkah ini menjadi solusi jangka pendek yang konkret sambil menunggu sistem pengelolaan sampah regional beroperasi.
Yang penting dicatat, bantuan ini bersumber dari dana pribadi Gubernur, bukan APBD. Perhatian ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi darurat sampah di Tangsel dan keinginan agar masyarakat mulai mengelola sampah dari sumbernya.
Tidak berhenti pada penyediaan alat, Pemprov Banten juga mendorong pendampingan dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Tujuannya sederhana namun krusial. Sampah dipilah dan diolah sejak dari rumah. Yang dibuang ke TPS dan TPA hanya residu. Pola ini diharapkan membangun kebiasaan baru menuju pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Pengelola Bank Sampah di Serpong menyambut baik dukungan ini. Di tengah keterbatasan dan tantangan pengolahan sampah organik, kehadiran fasilitas dan pendampingan memberi energi baru untuk terus bergerak. Upaya seperti budidaya maggot pernah dicoba, namun tidak mudah. Kehadiran toren POC menjadi alternatif yang lebih aplikatif bagi lingkungan permukiman.
Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini kerja bersama. Dari rumah, dari komunitas, dari kemauan untuk berubah. Langkah kecil yang konsisten bisa berdampak besar bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. (Red)








