Kabar

Polda Jabar Sosialisasikan Skema Bantuan Primkoppol untuk Kelompok Tani Jagung di Nagreg

BANDUNG, biem.co – Polda Jawa Barat melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar sosialisasi skema bantuan Primkoppol kepada kelompok tani di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional, khususnya dalam penguatan sektor pertanian jagung.

Sosialisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menyampaikan bahwa pada pekan ini terdapat 56 kelompok tani yang menerima bantuan pinjaman dari Primkoppol Polda Jabar secara bertahap.

“Sebanyak 56 kelompok tani menerima pinjaman dengan alokasi Rp10 juta per hektare untuk mendukung pengembangan pertanian jagung,” ujar Fadly, didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Senin (9/2/2026).

Selain bantuan pinjaman modal, Polda Jabar juga menyalurkan dana tunai sebesar Rp20 juta yang diperuntukkan bagi pengembangan Kampung Jagung serta pembangunan Tugu Jagung sebagai ikon sentra pertanian di wilayah Nagreg.

Dukungan tidak berhenti pada aspek pembiayaan. Polda Jabar turut memberikan sarana dan prasarana pertanian berupa dua unit mesin pipil jagung serta 30 kilogram benih jagung hibrida guna meningkatkan kualitas dan hasil panen.

“Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga sarana produksi agar petani lebih efisien dan produktif dalam mengelola lahan,” jelas Fadly.

Dalam kegiatan tersebut, kelompok tani juga mendapatkan pembekalan teknik budidaya jagung dengan metode “Culik Tanam”. Metode ini merupakan teknik pruning atau rekrek yang dilakukan pada usia tanaman sekitar 30 hari, sehingga memungkinkan penanaman kembali di sela tanaman utama.

“Dengan metode culik tanam, siklus penanaman bisa dipersingkat dan produktivitas lahan menjadi lebih optimal,” tambahnya.

Kelompok tani jagung di Kecamatan Nagreg menyatakan kesiapan mendukung program tersebut dengan menargetkan luas tanam mencapai 2.000 hektare pada 2026.

Fadly menegaskan, Biro SDM Polda Jabar menjalankan empat skema utama dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.

“Pertama, skema CSR dan pemodal tanpa bunga melalui program Keroyok Bareng Rame-rame dengan konsep satu Polsek mengelola dua hektare lahan,” ujarnya.

Skema kedua, lanjutnya, adalah pinjaman melalui Primkoppol dengan sistem bagi hasil atau bunga 1,5 persen yang diberikan dalam bentuk kebutuhan pertanian seperti bibit, pupuk, obat-obatan, serta alat dan mesin pertanian.

“Ketiga, kami mendorong dan memfasilitasi optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keempat, pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani melalui skema pinjam manfaat yang dikelola bersama kelompok tani,” pungkas Fadly. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button