SERANG, biem.co – Aktivitas berboncengan sepeda motor sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun di balik kebiasaan tersebut, terdapat teknik dan aturan keselamatan yang harus dipahami agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Instruktur Safety Riding Banten, Nicko Triandana, menjelaskan bahwa kapasitas ideal sepeda motor saat berboncengan adalah maksimal dua orang, yakni satu pengendara dan satu penumpang. Hal ini sesuai dengan desain dan batas beban kendaraan.
“Sepeda motor sudah dirancang dengan kapasitas tertentu. Saat membawa penumpang, pengendara harus lebih halus saat menarik gas, mengerem, dan bermanuver karena titik berat motor berubah akibat tambahan beban. Pastikan tetap #cari_aman,” ujarnya.
Menurut Nicko, posisi duduk penumpang sangat berpengaruh terhadap keseimbangan motor. Penumpang disarankan memegang pinggang pengendara atau bagian belakang jaket agar lebih mudah mengikuti pergerakan motor, terutama saat berbelok. Ia tidak menyarankan berpegangan pada behel belakang karena dapat mengganggu stabilitas kendaraan dan berisiko saat manuver mendadak.
Selain pegangan, posisi lutut penumpang juga harus diperhatikan. Lutut sebaiknya menempel pada pinggul pengendara agar tubuh tetap stabil. Lutut yang terbuka terlalu lebar dapat mengganggu keseimbangan sekaligus berpotensi terserempet kendaraan lain.
Kedua kaki penumpang pun wajib bertumpu pada pijakan kaki (footstep). Menggantungkan kaki saat motor berjalan sangat berbahaya, terutama di jalan padat atau dekat komponen seperti rantai.
Tak kalah penting, baik pengendara maupun penumpang diminta untuk tidak menggunakan gawai selama perjalanan. Penggunaan ponsel dapat mengurangi fokus dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Pengendara dan penumpang harus saling menjaga keseimbangan, fokus, serta mematuhi aturan berkendara. Dengan posisi yang benar dan disiplin, perjalanan akan lebih aman dan nyaman,” tutup Nicko. ***








