KabarTerkini

Mathla’ul Anwar untuk Indonesia: Pembukaan Muktamar Tegaskan Peran Umat di Tengah Disrupsi Global

KOTA SERANG, biem.co – Pembukaan Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Banten, menegaskan kembali peran strategis umat dalam menghadapi disrupsi global. Kegiatan berskala nasional ini dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum konsolidasi arah gerakan organisasi ke depan.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan masa depan umat tidak bisa dihadapi secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara negara dan organisasi keagamaan dalam menyiapkan generasi yang adaptif, berilmu, dan berakhlak.

“Mempersiapkan umat masa depan bukan sesuatu yang bisa dilakukan sendiri oleh negara, tetapi harus melalui kerja sama,” tegasnya.

Turut hadir Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, unsur TNI dan Polri, tokoh nasional, serta jajaran pimpinan Mathla’ul Anwar dari berbagai daerah.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa pembukaan Muktamar XXI bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan arah perjuangan organisasi di tengah perubahan global yang cepat.

“Muktamar ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali posisi Mathla’ul Anwar dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam memperkuat peran umat di tengah disrupsi global,” ujarnya.

Mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa,” Muktamar XXI diarahkan untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam tiga bidang utama: pendidikan, dakwah, dan sosial.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar memiliki peran historis sekaligus strategis dalam membangun peradaban umat di Indonesia. Kontribusi organisasi ini dinilai nyata, terutama dalam pengembangan pendidikan berbasis madrasah dan penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

“Mathla’ul Anwar adalah warisan ulama yang terus hidup, menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang berilmu dan berakhlak,” tegasnya.

Data organisasi menunjukkan bahwa jaringan Mathla’ul Anwar terus berkembang, dengan ratusan madrasah di Banten dan ribuan kader yang aktif dalam kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial di berbagai daerah.

Ketua OC Muktamar XXI Mathla’ul Anwar, Asep Rohmatulloh, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembukaan dan pelaksanaan Muktamar telah dipersiapkan secara matang.
“Seluruh tahapan disusun secara sistematis agar Muktamar berjalan tertib, efektif, dan menghasilkan keputusan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Muktamar berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Selain itu, berbagai dinamika yang sempat terjadi di lapangan telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif.

“Seluruh dinamika telah diselesaikan dengan baik melalui dialog. Saat ini seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana dan dalam kondisi kondusif,” jelasnya.

Pembukaan Muktamar XXI menjadi penegasan bahwa Mathla’ul Anwar tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang berkontribusi dalam membangun peradaban umat di tengah perubahan global.

Muktamar ini diharapkan mampu menghasilkan arah kebijakan yang memperkuat peran umat dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus mendorong kemandirian bangsa berbasis nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Mathla’ul Anwar untuk Indonesia bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan umat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing di tengah disrupsi global,” pungkasnya. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button