SERANG, biem.co – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Primagraha menggelar Seminar Nasional Literasi Budaya Banten secara daring sebagai implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada mata kuliah Literasi Budaya.
Kegiatan yang diikuti 105 mahasiswa PGSD Semester IV itu merupakan hasil kolaborasi akademik antara Program Studi PGSD Universitas Primagraha dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Seminar tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya literasi budaya sekaligus membentuk karakter calon pendidik yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran.
Seminar dibuka oleh Kaprodi PGSD Universitas Primagraha, Dr. Anna Maria Oktaviani, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa literasi budaya tidak hanya sebatas memahami warisan budaya sebagai pengetahuan, tetapi juga menghayati nilai-nilainya sebagai bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, mahasiswa PGSD memiliki peran strategis sebagai calon guru sekolah dasar dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini melalui pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berlandaskan kearifan lokal.
Materi pertama disampaikan Dekan FKIP Universitas Primagraha, Sastra Wijaya, M.Pd., dengan tema “Milenial & Gen Z Penjaga Tradisi: Menatap Masa Depan Banten Tanpa Kehilangan Akar Budaya Kesultanan.” Ia mengajak generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Banten agar tetap relevan di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus peneliti budaya Baduy, Encep Andriana, M.Pd., memaparkan kekayaan budaya masyarakat Baduy yang sarat dengan nilai kesederhanaan, gotong royong, pelestarian alam, dan kearifan lokal. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi sumber belajar yang efektif dalam pendidikan dasar untuk membangun karakter peserta didik.
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa antusias mengangkat berbagai isu, mulai dari penerapan literasi budaya di sekolah dasar, strategi pelestarian budaya di era digital, hingga pengembangan media pembelajaran berbasis budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman belajar langsung dari akademisi dan peneliti budaya. Seminar tersebut juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis OBE yang menekankan capaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang aplikatif.
Program Studi PGSD Universitas Primagraha berkomitmen terus menghadirkan kegiatan akademik kolaboratif bersama perguruan tinggi mitra sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring akademik, serta mencetak lulusan yang profesional, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia. ***








