Film & MusikTerkini

Teater Satu Kembali Pentaskan Musyawarah Burung di Jakarta, Sebuah Tafsir Teks Berisi Kritik Sosial pada Situasi Politik Indonesia Terkini

JAKARTA, biem.co – Kelompok seni pertunjukan Independen Teater Satu yang berbasis di Bandar Lampung akan kembali pentaskan pertunjukan berjudul “Musyawarah Burung” di Salihara Jakarta, tanggal 19-20 September 2026, setelah sebelumnya menggelar pertunjukan teater di Taman Budaya, Lampung 14-15 September 2026 lalu. Teater Satu telah berdiri sejak tahun 1996 dan menghasilkan puluhan produksi teater yang dipentaskan di berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara. Di bawah pimpinan artistik Iswadi Pratama, Teater Satu dikenal luas karena eksplorasi bentuk-bentuk baru dalam seni pertunjukan tanpa melepaskan akar, budaya Indonesia. Saat ini, Teater Satu Lampung tidak hanya dikenal sebagai kelompok teater, melainkan sebagai institusi kebudayaan yang aktif membangun jaringan kolaborasi nasional dan internasional, mengembangkan pendidikan seni, serta menghasilkan karya-karya yang berkontribusi pada perkembangan seni pertunjukan Indonesia.

Musyawarah Burung adalah teks pertunjukan berdasarkan karya Fariduddin Attar, penyair Persia abad ke-12. Berkisah tentang 12 burung (Penempuh) yang memutuskan pergi mencari Simurgh (Raja Burung) melintasi lembah-lembah penyucian diri demi menyelamatkan negeri yang sedang mulai tenggelam. Burung-burung ini adalah jiwa-jiwa manusia dengan berbagai sifat dan kecenderungan yang merepresentasikan peran-peran tertentu dalam lapisan sosial-masyarakat.

Kisah Ini kemudian ditafsir ulang oleh Iswadi Pratama dan menjadi sebuah teks yang berisi kritik sosial pada situasi politik Indonesia terkini tanpa menghilangkan spirit “mistisisme” yang terdapat dalam karya aslinya.

Pertunjukan Ini dibangun berdasarkan metode “Kaligrafi Tubuh”, suatu metade.yang mengodifikasikan gerak berdasarkan hutuf-huruf hijaiyah lalu memadukannya dengan narasi dan sugesti. Nuansa-nuansa spiritualisme berbaur dengan banalitas, prosa dan puisi, urban dan tradisi, realitas dan Ilusi. Pendiri Teater Satu sekaligus sutradara pertunjukan Musyawarah Tubuh mengungkapkan bahwa Ia membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mempelajari dan memahami karya alegoris tersebut sebelum menerjemahkannya ke dalam bahasa panggung.

“Saya membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mempelajari dan memahami novel bergaya alegoris itu”, ungkap Iswadi saat sesi doorstop setelah sesi media preview “Musyawarah Burung” di Salihara, Jakarta Selatan (19/09).

“Saya melihat masalah utama masyarakat di era sekarang adalah kehilangan pusat nilai di dalam dirinya”, tambahnya.

Pimpinan Produksi, Wika, menambahkan bahwa pemilihan teks ini didasari oleh kelangkaan pertunjukan yang berani mengangkat isu spiritualisme sekaligus kritik sosial yang tajam,

“Saat ini semakin sulit ditemukan pertunjukan teater yang mengangkat isu spiritualisme sekaligus kritik sosial yang tajam,” imbuh Wika (Pimpinan Produksi).

Pementasan pertunjukan teater “Musyawarah Burung” oleh Teater Satu akan digelar pada tanggal 19 dan 20 September 2026 di Black Box Salihara, Jakarta Selatan. Pertunjukan ini merupakan bagian dari agenda acara dalam kalender program rutin Salihara. Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi akun media sosialnya @komunitas_salihara. (BW)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button