JAKARTA, biem.co – Perjalanan para pemenang ‘Bintang Radio 2026’ berlanjut melalui perilisan sepuluh lagu terbaru yang menampilkan karakter, emosi, dan kekuatan vokal masing-masing penyanyi. Steven Kwa, Sabila Chaitra, Rahmat Bahari, Stella Kaya, Hifnie Zaidan, Anastasya Ivanka, Rara Sutera, Romie Janeiro, Bayu Al Wagfa dan Gloreta Henoch hadir dengan karya yang merepresentasikan perjalanan musikal mereka, sekaligus menjadi langkah baru dalam memperkenalkan potensi para talenta terbaik Bintang Radio kepada pendengar musik Indonesia.
Sepuluh lagu yaitu “Memenangkanmu” yang dibawakan Steven Kwa, “Selingan Hati” oleh Sabila Chaitra, “Rencana Tuhan” oleh Rahmat Bahari, “Matahari Baru” oleh Stella Kaya, dan “Berdua” oleh Hifnie Zaidan diciptakan dan diproduseri oleh Kangga Supernova dan Riicco. Sementara itu lima lagu lainnya yaitu “Dulu dan Sekarang” oleh Anastasya Ivanka, “Kenangan yang Pergi” oleh Rara Sutera, “Aku Tak Siap” oleh Romie Janeiro, “Cinta Membawamu Kembali” oleh Bayu Al Wagfa, dan “Bayang Semu yang Hilang” oleh Gloreta Henoch masing – masing diciptakan dan di produseri oleh Dennis Hendrawan dan Ananda Mahardhika Putra. Semua lagu yang terpilih berhasil menghadirkan pendekatan musikal untuk menggali karakter vokal serta identitas setiap penyanyi.
Sepuluh lagu terpilih bukanlah sekadar rilisan baru, tetapi juga menjadi representasi perjalanan para pemenang Bintang Radio dalam melangkah dari panggung kompetisi menuju industri musik profesional. Masing-masing lagu membawa cerita dan sudut pandang berbeda tentang cinta, hubungan, harapan, serta perjalanan hidup yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
Di balik kesepuluh lagu tersebut, Kangga Supernova, Riicco, Dennis Hendrawan dan Ananda Mahardhika Putra mengambil peran sebagai pencipta sekaligus produser. Keterlibatan keempat musisi pencipta lagu ini menjadi bagian penting dalam membangun arah musikal setiap rilisan, dengan memperhatikan karakter vokal dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing penyanyi.
Melalui proses kreatif tersebut, setiap lagu dikembangkan sebagai karya yang memiliki identitas tersendiri. Ke-sepuluh penyanyi tidak hanya membawakan lagu, tetapi juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karakter artistik mereka kepada publik melalui materi musik yang dirancang untuk menonjolkan keunikan masing-masing.
Hadir dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 28 Oktober 2026 di lobby Gedung RRI Pusat Jakarta, Direktur Layanan Pengembangan Usaha (LPU), Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Yonas Markus Tuhuleruw, S.E., menyebut ajang ini penting untuk mendukung perkembangan talenta musik Indonesia. Menurutnya, Bintang Radio memiliki fungsi pemberdayaan melalui penyediaan ruang publik bagi generasi muda.
“Saya kira ini adalah momentum yang tepat, dua puluh delapan Oktober tepat saat Hari Sumpah Pemuda, kita selenggarakan Bintang Radio Indonesia, karena kita tahu bahwa Sumpah Pemuda itu sebuah karya fenomenal masa lalu yang menuntun kita pada asas pengakuan. Karena Sumpah Pemuda itu adalah pengakuan terhadap keindonesiaan kita Berbangsa, Berbahasa, dan Bertanah Air Indonesia. Momentum itulah yang kita gunakan sebagao awal penyelenggaraan Grand Final Bintang Radio Indonesia 2026. Kenapa?karena mereka semua yang hadir adalah dari seluruh regional dan berhasil masuk lima besar untuk lima putra dan lima putri adalah anak-anak bangsa harus diberikan ruang”, jelas Yonas Markus Tuhuleruw.
Kehadiran sepuluh lagu ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Bintang Radio menjadi titik awal bagi para penyanyinya untuk melanjutkan perjalanan di industri musik. Setelah menunjukkan kemampuan di panggung kompetisi, kini mereka memiliki kesempatan untuk membangun identitas, memperluas jangkauan pendengar, dan mengembangkan karier melalui karya orisinal.
“Saya kira ini adalah bukti konsistensi terhadap komitmen. Seperti yang tadi saya bilang Bintang Radio ini tidak hanya melahirkan panggung, tapi bagaimana melahirkan karya karena musik itu membutuhkan ruang dengar dan pendengar, musik juga bisa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Karena itu bagi saya ini adalah komitmen sekaligus integritas yang harus kita jaga. Tentu kita benahi dari tahun ke tahun. Tahun ini saya kira luar biasa”, jelas Yonas.
Bagi Steven Kwa, pemenang Bintang Radio Indonesia tahun 2025 mewakili sembilan sembilan lainnya, hadir dalam jumpa pers mengungkapkan.
“Harapan saya ingin single saya pribadi dan seluruh peserta lainya bisa meledak, tidak hanya lokal juga mendunia, semoga para pendengar suka dengan lagu-lagu serta bisa menjadi inspirasi bagi semua yang ingin berkarya melalui ajang ini”, tutup Steven Kwa saat hadir dalam jumpa pers di RRI Jakarta (28/10). (BW)






