KOTA CILEGON, biem.co — Sobat biem, Selasa malam sekira pukul 23.00 WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon memberikan informasi dadakan mengenai hasil swab test yang dilakukan kepada empat bakal pasangan calon (Bapaslon) yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2020.
Secara mengejutkan, dalam konferensi pers yang digelar di Aula KPU tersebut, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengumumkan, bahwa dari hasil swab yang dilakukan, salah satu calon terkonfirmasi Covid-19.
“Ada terkonfirmasi terdeteksi untuk satu Bapaslon dan sudah kita sampaikan surat untuk melakukan isolasi mandiri. Sampai batas waktu yang ditetapkan dalam koridor etik tim pemeriksaan kesehatan dalam penanganan kasus pandemi. Kedua kasus ini bukan hanya terjadi di Cilegon tapi dari seluruh Indonesia hampir 37 kasus. Ini tidak berimplikasi untuk mematahkan calon. Ini tidak otomatis membatalkan pencalonan, tapi yang bersangkutan Ibu Ati isolasi mandiri hingga batas waktu yang belum ditentukan,” kata Irfan dalam konferensi pers di Kantor KPU Kota Cilegon, didampingi Ketua Tim Pemeriksa Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Dr.Didiet Pratignyo, Selasa (8/9/2020) malam.
Diketahui, pada Senin, 7 September 2020, Ratu Ati Marliati melakukan rangkaian tes kesehatan di RSUD Kota Cilegon bersama dengan Bapaslon lainnya. Sorenya, Ati mendapatkan kabar bahwa hasil swab test untuk dirinya terkonfirmasi Covid-19.
Tidak percaya dengan hasil swab yang dikeluarkan, pada Selasa pagi, Ati pun melakukan test swab secara mandiri di dua Rumah Sakit berbeda, yakni di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dan Rumah Sakit Siloam, Karawaci, Tangerang.
Hasilnya, dari dua swab test yang dilakukan di dua rumah sakit tersebut, menunjukkan hasil negatif. “Ibu alhamdulillah sehat-sehat saja, ibu juga sempat kaget ada berita itu. Maka dari itu, ibu mencoba kemudian melakukan tes ulang, karena dari awal pada saat ibu pendaftaran, sudah dinyatakan negatif, sehingga alhamdulillah pendaftaran berjalan lancar,” ungkapnya.
Adanya kabar tersebut, kata Ratu Ati, membuatnya kaget, sehingga dirinya langsung melakukan tes swab ulang untuk memastikan kebenarannya. Pasalnya, tutur Ratu Ati, sebelum mendaftar sebagai calon Wali Kota di KPU pada 4 September 2020 lalu, dirinya telah melakukan tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19.
“Makanya ibu menunda tidak ikut tes kesehatan, supaya kita punya data yang jelas. Karena ibu sendiri pun tidak punya gejala apa-apa dan hasil yang di dapat di RS Krakatau Medika itu alhamdulillah dinyatakan negatif begitu juga yang dari RS Siloam,itu juga dinyatakan negatif,” terangnya.
Hasil tes swab yang di dapat dari RSKM dan RS Siloam itu, jelas Ratu Ati, langsung diberitahukan dan dikordinasikan oleh timnya ke tim pemeriksa kesehatan RSUD dan KPU Cilegon. “Karena Ibu merasa sehat, dan ini didukung oleh dua rumah sakit yang benar-benar terjamin, tidak mengada-ada, silahkan di kroscek ke Rumah Sakit Krakatau Medika dan juga ke RS Siloam,” jelas Ratu Ati.
Ratu Ati berharap, KPU dan RSUD dapat berlaku adil dalam pelaksanaan Pilkada Cilegon. “Itu yang Ibu harapkan, karena kan Ibu punya hak yang sama dengan warga negara yang lain. Ibu sudah melakukan hasil tes yang sama, dan ini berharap ibu bisa mengikuti tes kesehatan bersama dengan yang lain,” tandasnya. (Arief)
Berikut hasil lab Ratu Ati dari dua Rumah Sakit berbeda:










