InspirasiOpini

Marhaban Ya Ramadhan

Oleh Achmad Rozi El Eroy*

biem.co — Hari demi hari sudah kita lalui di 1438 Hijriyah ini, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan akhirnya sampailah kita pada Ramadan. Bulan yang dimuliakan oleh Allah, bulan di mana selama sebulan dipenuhi dengan keberkahan, rahmat dan ampunan. Bulan Ramadan adalah bulan di mana setiap amal soleh anak-anak Adam a.s. akan dilipatgandakan pahalanya, dan hanya di bulan Ramadan pintu-pintu kemaksiatan ditutup. Iblis, setan dan para musuh serta pengganggu manusia di rantai oleh Allah, pintu Neraka ditutup, dan siksa akhirat dihentikan.

Marhaban Ya Ramadhan, itulah kata yang sepatutnya kita ucapkan saat menyambut datangnya bulan Ramadan. Selama hampir sebelas bulan lamanya kita terjebak dengan hiruk-pikuk duniawi, larut dalam hingar bingar pekerjaan yang menyita waktu, dan juga terkadang lalai dengan segala perintah-Nya. Maka dengan datangnya bulan Ramadan ini, sepatutnya kita bersyukur dan berterimakasih kepada Allah, yang telah memberikan ruang dan waktu serta kesempatan kepada kita untuk mendekatkan diri (bertaqorrub) secara intensif kepada-Nya.  

Bulan Ramadan adalah bulan di mana setiap Muslim diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh, di mana puasa tersebut dimulai dari sebelum terbit matahari di ufuk timur sampai terbenamnya matahari di ufuk barat. Dan perintah ini sejatinya bukan hanya berlaku untuk umat Islam saat ini saja, tetapi umat-umat terdahulu pun telah diperintahkan oleh Allah untuk berpuasa.  

Sebagaimana Allah telah nyatakan dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

Bagi setiap Muslim, sejatinya bulan Ramadan harus disambut dengan suka cita, karena dalam bulan Ramadan inilah Allah memberikan banyak keutamaan-keutamaan yang sangat besar, yang tidak diturunkan pada bulan-bulan lain selain bulan Ramadan. Dan salah satu keutamaan yang ada pada bulan Ramadan ini adalah Allah telah memberikan garansi kepada kita bahwa amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya menjadi sampai tujuh puluh kali lipat. 

Melalui lisan Rasulullah Saw, dikabarkan:  “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim).

Begitu besar keutamaan bulan Ramadan ini, maka sudah seharusnya setiap Muslim mempersiapkan diri secara total untuk menghadapi bulan Ramadan dengan penuh kekhusyu’an dan kegembiraan. Luangkan waktu secara maksimal untuk mendekatkan diri kepada Allah, bermesraan dengan-Nya dalam setiap ibadah-ibadah yang penuh dengan limpahan pahala. Kesempatan selama satu bulan yang Allah berikan, hendaknya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Jangan sampai bulan Ramadan berlalu begitu saja tanpa memberi tambahan keimanan kepada kita.

Baca juga: Agar Ramadan Berbuah Taqwa

Sungguh merugi orang yang telah menyia-nyiakan kehadiran bulan Ramadan ini tanpa amal ibadah, dan ia akan termasuk sebagai orang yang tidak mengagungkan syiar agama Allah. Marilah kita manfaatkan dan isi bulan Ramadan ini dengan berbagai amal kebajikan, tata ulang waktu yang ada untuk menyambut dan mengisi bulan ini, agar kelak kita termasuk hamba yang meraih kemenangan. Sungguh Allah hanya akan memberikan kemenangan kepada hamba-hamba-Nya yang mempersiapkan diri secara serius dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadan dengan aktifitas ibadah yang bernilai pahala. Mari kita singkronkan hati, pikiran dan tindakan kita agar sesuai dengan semangat bulan Ramadan yang penuh berkah. Wallahu’alam.


*Penulis, adalah penulis Buku dan Trainer.


Rubrik ini diasuh oleh Fikri Habibi.

Editor : Andri Firmansyah

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *