InspirasiOpini

Suka ‘Balas Dendam’ Tidur Panjang di Akhir Pekan? Sebaiknya Kamu Baca Fakta Ini!

 

biem.co — Akhir pekan sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk "balas dendam" tidur sepanjang hari. Jika pada hari kerja mereka biasanya bangun sebelum matahari terbit, pada akhir pekan mereka akan menunda waktu bangun hingga siang hari.

 

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, tidur seharian di akhir pekan akan berdampak buruk bagi kesehatan. Tidur yang lebih lama dari biasanya itu akan merusak pola tidur seseorang.

 

Penelitian itu mengungkapkan fakta bahwa merusak pola tidur bisa meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolisme seperti penyakit jantung dan diabetes.

 

"Orang-orang yang memiliki jadwal tidur berantak dan terbiasa tidur larut malam di akhir pekan akan lebih mudah terkena serangan berbagai penyakit. Mereka yang tidur larut malam juga akan bangun telat di pagi hari. Dengan kebiasaan ini, mereka bisa sangat rentan terkena serangan jantung, diabetes dan penyakit berat lainnya." ujar Patricia Wong, seorang peneliti dari University of Pittsburgh, kepada JournalRecorder.

 

Perubahan metabolisme ini akan memberikan kontribusi terhadap munculnya gejala obesitas, diabetes dan penyakit kardiovaskular," tambah Wong.

 

Studi-studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa jam kerja yang tidak teratur akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Namun, studi yang terbaru juga menunjukkan bahwa bangun tidur lebih siang pada akhir pekan juga berakibat buruk bagi kesehatan.

 

"Ini merupakan dampak yang akan dirasakan dalam jangka panjang. Namun kami berpikir bahwa ada kesesuaian antara jam tidur dan jam kerja dengan jam tubuh manusia. Sehingga ketika ada yang tidak sesuai maka akan berdampak bagi kesehatan," papar Wong kepada New York Times.

 

Untuk melakukan penelitian ini para ilmuwan mempelajari pola kehidupan dari 447 orang yang berumur 30-54 tahun. Dari jumlah itu, 53 persen adalah wanita dan 83 persen berkulit putih. Semua orang itu bekerja minimal 25 jam per pekan.

 

Nyaris 85 persen orang yang diteliti mempunyai kebiasaan untuk bangun lebih siang pada akhir pekan dibandingkan pada hari kerja.

 

ArsTechnica mewartakan penelitian itu menemukan fakta bahwa orang yang mempunyai perbedaan jadwal tidur yang mencolok pada hari kerja dibandingkan jadwal tidur pada akhir pekan mempunyai kandungan kolesterol yang buruk. Mereka juga mempunyai kadar insulin yang lebih tinggi, angka BMI yang lebih tinggi, dan lebih resisten terhadap insulin daripada orang-orang yang mempunyai jadwal tidur yang ajek sepanjang pekan.

 

Wong mengatakan penelitian lebih lanjut tentang masalah ini diperlukan untuk mengetahui bagaimana perubahan jadwal tidur tidak akan mempengaruhi kesehatan manusia. (red)


beritagar.id

Editor :

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *