KabarTerkini

KPU RI Siapkan ‘Senjata’ Organis Pemilu 2019

KABUPATEN BOGOR, biem.co – Persiapan pilkada 2018 dan pemilu 2019 sudah berjalan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumpulkan Komunitas Peduli Pemilu Dan Demokrasi (KPPD) dari 34 provinsi di Sentul Bogor pada Sabtu (19/08). Ketua KPU RI, Arif budiman mengungkapkan bahwa jambore KPPD Gerakan Sadar Pemilu ini adalah bagian dari persiapan meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang.

“KPP akan menjadi ujung tombak KPU dalam mensosialisasikan pilkada dan pemilu. Di jambore ini, KPU dan KPP akan merumuskan grand desain komunitas pemilu,” papar Arif di hadapan para peserta jambore.

Keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pemilu terbukti mampu meningkatkan partisipasi pemilih, hal itu terbukti pada pemilu 2014 silam, dimana angka partisipasi pemilih mencapai 75,11 secara nasional. Meski begitu, KPU RI menyadari kemungkinan penurunan tingkat partisipasi pada pemilu 2019 nanti.

“Pada saat-saat kritis dalam penyelenggaraan pemilu dan berbangsa bernegara, simbol atau tokoh tersebut yang mempunyai peran penting. Dalam penyelenggaraan pemilu yang baik, tidak bisa hanya mengandalkan KPU saja, tetapi juga perlu kontribusi dari semua pihak dari seluruh Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, anggota KPU RI lainnya, Pramono U Tantowi menilai bahwa meski terbatas, kehadiran komunitas diharapkan menimbulkan multiplier effect, ada efek domino. Hingga Agustus 2017 telah terbentuk 94 komunitas, dan tersebar di seluruh provinsi. Jumlah anggotanya saat ini mencapai 1095 orang, 716 laki-laki dan 379 perempuan. Pada 2019 diharapkan terbentuk 549 komunitas di seluruh provinsi dan kab/kota.

“Mereka dipilih karena posisi strategis mereka di komunitasnya, di tengah-tengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya, dengan menyebarkan gagasan-gagasan tentang pemilu berintegritas,” tulisnya di media sosial.

Sementara itu, Mahdiduri, salah satu peserta jambore dari Banten, merasa bahagia dengan jambore KPPD ini. Menurutnya, KPPD adalah satu hal yang tak bisa dinafikkan, mengingat subjek dari pemilu adalah masyarakat.

“Peran aktif KPPD nantinya akan seperti ‘senjata’ organis KPU yang akan menyasar kelompok-kelompok masyarakat yang apatis, terhadap pelaksanaan pemilu,” tukasnya. Ia menilai bahwa KPPD sebagai ‘senjata’ harus tetap diarahkan pada sasaran yang ditargetkan oleh KPU.

“Bagaimanapun, KPPD beranjak dari gerakan moral, ia harus tetap diimbuhi oleh KPU. Misalnya penyertaan alat peraga sosialisasi yang menarik dalam tiap sosialisasi, akan membantu KPPD meninggalkan jejak pada kelompok masyarakat yang disasarnya,” tambahnya sambil memperlihatkan contoh alat peraga sosialisasi yang dimaksud. (red)


Berita Terkait :

KPU Kota Serang Sayembarakan Maskot dan Jingle Pilkada Kota Serang, Ayo Ikutan!
KPU Banten Berinovasi Demi Pemilih Disabilitas
KPU Siapkan Fitur Latam-Mas untuk Pilkada Kota Serang 2018, Ini Fungsi dan Cara Mengaksesnya!

Editor: Esih Yuliasari

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button