InspirasiTeknologi

7 Tips Agar Skripsi Kamu Jadi Skrip-Sweet

Skripsi adalah syarat menyelesaikan studi strata satu. Di satu sisi proses skripsi adalah proses akhir, di sisi lain penyusunan skripsi kadang seperti menyusun kitab suci, penuh lika-liku, jatuh bangun, bahkan tidak jarang banyak mahasiswa yang kemudian menyerah dan gagal. Pada akhirnya gelar sarjana tertunda karena skripsi tidak selesai. Resikonya, menikah juga tertunda, kan?!

Biasanya, setelah selesai menyelesaikan Praktek Kerja dan atau Kuliah Kerja Mahasiswa (pada beberapa kampus), mahasiswa akhirnya diuji kemampuannya memahami berbagai materi dan persoalan melalui sebuah proses penelitian.

Banyak mahasiswa tingkat akhir menganggap bahwa skripsi adalah tugas terberat dalam menyelesaikan studi, padahal, jika saja skripsi di letakkan di tengah semester, misalkan di semester 5, maka ia akan seperti mengerjakan makalah yang diberikan para dosen sebagai tugas tambahan.

Yap!, skripsi menjadi terkesan “horror” karena ia diletakkan di akhir semester. Padahal, skripsi tidak sesulit itu kok. Asalkan kita tahu tips dan triknya, skripsi akan menjadi “skrip-sweet” yang manis dan penuh kesan menyenangkan.

Ingat ini ya, sobat biem, dalam sebuah hadits termaktub, “ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim).

Jadi, anggap saja skripsi adalah jalan menuju surga. Masih mau ke surga kan?! So..keep spirit!

Langsung saja yuk!, untuk menguatkan tekad para pemburu tandatangan dosen (mahasiswa tingkat akhir), berikut Biem.co berikan tips dan triknya. Cekidot!

PERTAMA, NIAT DAN TEKAD KUAT

Sobat Biem, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memiliki niat dan tekad kuat serta mempersiapkan diri bahwa kalian akan menyelesaikan skripsi dengan sebaik-mungkin dan tepat waktu.

Bagian ini menjadi yang paling penting apabila kamu akan memulai menulis skripsi. Karena niat dalam diri ternyata akan berkonsekuensi kepada hasil. Kenapa penting?

Nabi SAW dalam sebuah hadis bersabda, “Nilai sebuah perbuatan ada pada niat dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya”.

Tuh,kan! Kita sudah tahu balasan hasilnya apa dengan niat yang ada. Kalau niatnya ingin cepat menikah, bisa saja saat skripsi berjalan kalian dijodohkan. Seneng sih! Tapi nanti skripsi gak kelar-kelar karena sibuk membuat surat undangan, lalu bulan madu, lalu skripsi kalian ke bulan deh!.

Tapi tentu saja tidak hanya niat, sobat Biem juga harus memiliki tekad yang kuat dan gigih dalam menjalani proses skripsi. Kata Nepoleon Hill, “Kegigihan merupakan titik awal setiap prestasi. Kegigihan bukanlah harapan, bukan pula khayalan, melainkan sebuah ketekunan yang menggebu-gebu dan melebihi segalanya.”

So, sobat Biem, mulai dengan niat dan tekad akan menyelesaikan skripsi, yah!.

KEDUA, DOA ORANGTUA

Setelah niat dan tekad kuat, jangan lupa meminta doa kepada kedua orangtua. Ini penting, karena bagaimanapun doa orang tua adalah doa yang paling berharga.

Tips kedua ini bahkan menjadi pelajaran yang juga mesti diketahui setiap orang tua. Karena, sekeras apapun niat dan tekad kita, kalau orangtua kita mendoakan kegagalan, maka semua akan berakhir dengan kegagalan. Ngeri kan?!

Setiap orang tua pasti selalu mendoakan anaknya. Namun dalam hal ini, mintalah dengan serius, mintalah orangtua menyisipkan doa untuk kelancaran skipsi kita.

Masih menurut Nabi SAW, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda,“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536).

So, jangan lupa minta doa mereka ya, sobat Biem!

KETIGA, PILIH TOPIK PENELITIAN YANG MUDAH DAN BIAYA YANG MURAH

Memilih topik penelitian adalah hal yang paling awal dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir dalam menyusun karya tulis seperti skripsi. Usahakan memilih tema yang mudah dijangkau, mudah dipahami dan yang kamu sukai.

Jangan ber-ekspektasi terlalu tinggi sehingga kamu memilih topik/tema yang sulit. Meski akan berdampak pada nilai sebuah skripsi, menyusun tema yang sulit juga akan berdampak pada ketidak-jelasan kapan skripsi kamu akan selesai. Nanti skripsimu digantung sama Dosen Pembimbing. Tahu kan, gimana sakitnya digantung!?

Skripsi yang kamu buat, manfaat besarnya untuk syarat kelulusan kamu sendiri, bukan untuk keselamatan manusia sedunia loh. Selesai atau tidaknya skripsi kamu, manusia di dunia tidak akan terpengaruh kecuali kamu.

Jadi, pilih tema yang sederhana supaya kamu juga mudah mencari referensinya dan murah melaksanakan penelitiannya.

Langkah mudahnya bisa dengan menggunakan metode SMART;

Specific (topik jelas mengenai suatu hal), Measurable (proses terukur dan bisa dijangkau), Acceptable (penelitian bisa diterima secara akademik), Reasonable (masuk akal), Timely (terukur dan memilik batasan waktu/deadline)

Dengan menerapkan metode SMART ini, sobat Biem bisa dengan mudah memilih topik penelitian serta dengan biaya yang murah dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai akademik, masuk akal/logis serta kamu bisa dengan mudah menentukan waktu selesainya.

Semangat ya, sobat Biem!

KEEMPAT, PILIH TEMPAT MENULIS YANG KONDUSIF

Selain topik, tempat juga menjadi hal penting. Ini menjadi faktor eksternal yang juga sangat menentukan mood kamu saat menulis. Jjika Sobat Biem ingin menyelesaikan skripsi dengan cepat dan rapi. Pilihlah tempat yang memang membuat kalian nyaman dan mampu bekonsentrasi tinggi serta mampu meningkatkan mood menulis.

Beberapa tempat yang Biem anjurkan diantaranya;

Taman

Taman biasanya digunakan sebagai tempat untuk mengusir penat/refreshing. Sobat Biem tentu tahu, di beberapa negara maju, taman menjadi tempat favorit yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah atau menyusun skripsi.

Tidak sedikit orang-orang yang melakukan aktivitas menulis di tempat tersebut. Ini terjadi karena sifat taman itu sendiri yang cenderung sejuk dan teduh sehingga membuat pengunjung yang datang merasa nyaman untuk menghabiskan waktu.

Disamping itu, taman dengan pemandangan yang indah juga akan memberikan inspirasi tersendiri bagi kamu ketika menulis skripsi.

Bisa saja kan, kamu menemukan referensi teori baru, topik baru atau pertanyaan-pertanyaan baru yang bisa kamu diskusikan dengan dosen pembimbing kamu?!

Tapi ingat Sobat Biem, karena di Indonesia belum banyak taman yang representative, jangan sampai salah pilih taman ya?!

Café

Jangan aneh dulu Sobat Biem. Meski café identik dengan tempat nongkrong yang berisik. Saat ini banyak juga lho café yang memiliki corak yang berbeda dari biasanya. Banyak café yang menyediakan tempat untuk hal-hal serius, bahkan banyak juga café yang menyediakan fasilitas perpustakaan. Jadi kamu bisa sekalian meminjam buku-buku di café tersebut untuk kamu baca. Siapa tahu bisa menabah referensi skripsi kamu.

Selain itu, café biasanya juga memiliki fasilitas yang menunjang seperti wifi ataupun menu makanan dan minuman ringan yang ditawarkan. kalau lapar, tinggal pesan, gak harus masak, kan?

Ada juga beberapa café yang beroperasi dalam 24 jam sehingga memungkinkan kamu untuk mengerjakan skripsimu hingga larut malam.

Masih ingat piramida kebutuhan Maslow, kan?!

Fisiolgis – Rasa Aman – Kasih Sayang – Penghargaan Diri – Aktualisasi Diri.

Sekarang katanya wifi dan internet menempati peringkat pertama dan kedua di bawah Kebutuhan Fisiologis lho, sobat Biem.

Perpustakaan

Nah, sobat Biem, tentu saja tempat ketiga ini sudah bukan tempat langka lagi. Biasanya di beberapa kampus di kota-kota kecil, setiap “musim skripsi”, perpustakaan adalah tempat yang paling ramai.

Selain untuk “ngadem”, perpustakaan juga bisa djadikan tempat menulis skripsi yang paling kondusif. Banyak teman-teman kamu yang senasib dan sepenanggungan, jadi kalian bisa saling tukar pikiran/tukar buku referensi, bahkan tukar cerita tentang bagaimana dosen pembimbing kamu memperlakukanmu. “Mereka jahat”, ucapmu pada temanmu. Upps!!

Bahkan, kalau memang tidak ada yang bisa ditukar, kalian bisa nangis bareng menangisi skripsi.

Perpustakaan menjadi cocok untuk dijadikan tempat menulis skripsi karena fasilitas yang ada di dalamnya. Selain menyediakan fasilitas free wifi, perpustakaan pun menawarkan fasilitas ruangan yang nyaman dan kondusif. Suasana ini menjadi salah satu pertimbangan mengapa perpustakaan menjadi tempat yang cocok untuk dijadikan tempat menulis skripsi.

Rumah

“Home Sweet Home”. Siapapun akan setuju kalau rumah menjadi tempat yang paling nyaman di dunia. Rumah biasanya menjadi pilihan pertama dan terakhir yang bisa digunakan untuk menciptakan mood dan mencari kenyaman menulis.

Suasana yang familiar yang kamu hadapi menjadi salah satu alasan kuat mengapa rumah selalu menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat menyelesaikan skripsimu.

Tapi ingat, jangan menulis skripsi di area dapur ya!. Mengganggu aktivitas ibumu saat masak. Ibu kalian bisa marah. Tidak hanya itu, bisa-bisa ada irisan bawang di lembaran skripsimu. Jangan sampai dosen pembimbingmu menganggap kalau kertas yang kamu gunakan untuk mencetak skripsimu adalah kertas bekas bungkus bawang. Repot, kan!

KELIMA, PILIH PEMBIMBING YANG TEPAT

Salah satu penentu kesuksesan mahasiswa tingkat akhir ketika menyelesaikan skripsi adalah dosen pembimbing atau biasa yang disebut Dosbing yang selalu mendampingi kamu dalam membantu dan membimbing penyelesaian skripsi kamu.

Sehingga dalam memilihnya pun kamu tidak bisa main – main. Sobat Biem harus memastikan bahwa skripsi kamu sesuai dengan visi-misi kamu dan Dosbing kamu.

Beberapa cara yang bisa Biem suguhkan bagaimana memilih Dosbing yang tepat, diantaranya;

  1. Cari Tahu Karakter Dosbing dari Angkatan Sebelumnya

Kalau soal “Kepoin”, sobat Biem tentu jagonya. Beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya dengan bertanya ke kakak senior tentang Dosbing yang tepat karakternya sesuai dengan karaktermu.

Jangan sampai kamu memilih Dosbing yang jangankan mau bimbingan/ketemu, dihubungi via telepon seluler pun susah. Ini akan menghambat skripsi kamu, sementara bagian akademik di kampus tidak mau tahu urusan itu. Kamu sendiri nanti yang repot.

Jadi, pertama kali yang harus kamu lakukan adalah “kepoin” dulu karakter Dosbing yang akan kamu pilih.

  1. Cari Dosen Favorite yang Sebidang

Ini tidak kalah pentingnya lho Sobat Biem, meskipun dosen pembimbing boleh deh terbaik sekampus, tapi kalau minat dan ketertarikan kamu berbeda jauh sama beliau lebih baik cari dosen lain deh demi kelancaran tugas akhirmu.

Kalau skripsi kamu di bidang akuntansi sementara dosen favorit kamu konsen di bidang manajemen, ini tidak akan bisa membantu kamu menyelesaikan skripsi kamu.

Kalau kasusnya begini, lebih baik pilih dosen favorit dengan bidang yang sama supaya kamu bisa dengan leluasa dan matang mendiskusikan ilmu pada bidang yang sama.

  1. Cari Dosen Yang Punya Deadline

Tuntutan untuk lulus, selain dari orang tua hingga pacar juga bisa hadir dari dukungan Dosbing kamu lho. Apalagi beliau yang menangani skripsi kamu, pasti beliau akan menuntut kamu untuk lebih.

Tapi, ternyata banyak juga dosen yang cenderung cuek dan lebih tergantung kepada mahasiswa terkait cepat tidaknya skripsi mereka selesai. Tidak mengherankan jika banyak mahasiswa yang lulusnya lama padahal Dosbingnya standby di kampus namun tidak lulus-lulus.

Nah, oleh karena itu dukungan Dosbing sangat diperlukan terlebih bagi para mahasiswa pemalas alias kelewat “nyelow” agar segera memakai toga di wisuda nanti.

Sudah ada gambaran mau pilih siapa dosen pembimbing kamu kan? Good luck ya!

KEENAM, PILIH TEMAN YANG SENASIB

Biem tidak menyarankan kamu memilih teman baru dengan meninggalkan teman yang lama, itu jahat namanya. Tapi, memilih teman seperjuangan saat proses skripsi juga sama pentingnya dengan memilih Dosbing. Memilih teman senasib dan sepenanggungan akan lebih memacu kamu untuk fokus dan menyelesaikan skripsimu tepat waktu.

Teman sepenanggungan/senasib (sama-sama menulis skripsi) akan memiliki sentimen hubungan yang lebih fokus dan terarah. Selain kamu bisa bertanya dan sama-sama membahas persoalan yang ada, teman sepenangungan juga dapat menjadi tolak ukur skripsi kamu sudah sampai mana.

Kalau teman kamu sudah sampai di bab 3 sementara kamu masih sibuk dengan “latar belakang masalah’, berarti kamu bermasalah.

Biasanya satu Dosbing memiliki beberapa orang mahasiswa akhir yang dibimbingnya, jadi kamu bisa bergabung dan melakukan koordinasi serta mengatur jadwal bimbingan sama-sama. Bila perlu buat WA Group agar kamu tidak ketinggalan informasi.

KETUJUH, STOP NONGKRONG DAN NGE-DATE

Kalau kamu masih jomblo, kamu tidak harus stop nge-date, apa yang di stop coba? Pacar pun tak punya. (Muehehe…maaf!)

Nongkrong dan nge-date sama doi tentu saja menjadi momen yang paling kamu senangi. Tapi untuk beberapa saat (saat ini tentunya) sampai skripsi kamu selesai kamu harus coba mengurangi aktivitas-aktivitas itu. Kalau kangen sama doski, via WA atau SMS pun dicukup-cukupin bisa kok!.

Untuk saat ini, pastikan kamu fokus pada target skripsi kamu. Doski juga pasti bangga lah kalau kamu jadi sarjana, apalagi nanti saat kalian menikah di surat undangan penikahan kalian sudah ada tambahan gelar sarjana di belakang namamu. Keren kan!

So, meski beberapa kebersamaan kamu berkurang dengan doski, percayalah, semua akan indah pada waktunya. #eaaa

Untuk yang Jomblo, cukup mengurangi nongkrong saja ya!

Sekian Sobat Biem, semoga bermanfaat!

Tetap semangat. Jangan takut gagal, karena “satu-satunya kegagalan didunia ini adalah ketika kita berhenti untuk belajar”. Tetap berkarya dan bebagi inspirasi. (EJ)

Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar