KabarTerkini

Menristekdikti: Santri Tak Boleh Ketinggalan Perkembangan Zaman

BANYUWANGI, biem.co – Menjadi seorang santri harus pintar, bekerja keras dan bekerja cerdas, maksudnya ia mau belajar dengan sungguh-sungguh.

Hal itu diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat menemui ratusan santri Ponpes Darussalam Blokagung, sekaligus membuka Bimtek Peningkatan Karir Dosen di Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung, Tegalsari, Banyuwangi (30/4).

“Dahulu, saya juga pernah menjadi santri seperti kalian, jangan sampai berfikir kalau santri tidak bisa menjadi pejabat negara atau menteri, buktinya saya berasal dari ponpes yang sekarang menjadi Menristekdikti. Semua bisa asalkan ada usaha, maka ada jalan,” seru Nasir, memberi semangat, dikutip dari ristekdikti.

Seperti yang diketahui bersama, imbuhnya, di era digitalisasi atau disebut Revolusi Industri 4.0 saat ini, santri tak boleh ketinggalan oleh perkembangan zaman yang semakin canggih, jadi santri harus mampu menghadapi era digitalisasi.

“Jangan sampai santri-santri di sini malah dimasuki oleh informasi-informasi yang hoax atau tidak benar. Karenanya, santri harus menguasai ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat ini,” tandasnya.

Kepada para santri, Nasir berpesan, selain mempelajari ilmu agama, santri juga jangan sampai tidak mempelajari ilmu pengetahuan.

“Kalau kalian semua ingin menjadi orang yang sukses, maka harus jadi santri yang pintar ilmu agama dan ilmu pengetahuannya juga,” pesannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pengasuh Ponpes Darussalam, Ahmad Isyam Syafaat, Rektor IAIDA Ahmad Munif, Anggota DPR-RI Komisi II Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), beserta tamu undangan lainnya. (Af)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar