KabarKomunitas

Keren! Pesantren Nurul Madaany Rilis Buku “Kepada Sahabat”

KABUPATEN LEBAK, biem.co — Buku kumpulan Puisi Santri Pesantren Nurul Madaany tingkat SMP berjudul ‘Kepada Sahabat’ telah dihelat di Pesantren Nurul Madaany, Cipanas, Lebak pada Rabu, (9/5/2018) siang .

Mengambil tema besar Persahabatan, isi buku puisi ini mencoba memotret kenangan para santri tentang pahit manis kisah persahabatan yang mereka temukan di pesantren.

“Semua orang pasti memiliki sahabat, itulah mengapa tema besar dalam buku ini adalah persahabatan. Karena sangat dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga memudahkan mereka memotretnya dalam puisi”, ujar Pipit Piharsi Kepala SMP Nurul Madaany.

Selain peluncuran buku yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan jelang Haflah dan Milad Pesantren Nurul Madaany, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang bertajuk ‘Santri Milenial Bangkit dan Berkarya’, Bincang-bincang ini mengundang pembicara yang banyak bergerak di dunia literasi dan pendidikan.

Ketua Yayasan Dr. H. Agus Sutisna, S.I.P, M.Si

Dalam sambutannya Pimpinan Yayasan Podiumm, H. Agus Sutisna, S.IP, M.SI mengatakan, buku ini merupakan pengingat bahwa tradisi menulis di Pesantren Nurul Madaany bukanlah hal yang baru, karena jauh sebelumnya juga Pesantren Nurul Madaany pernah merilis buku berjudul ‘Jalan Mimpi’ yang berisi sejarah perjalanan Pesantren Nurul Madaany. Agus menegaskan ke depan akan terus mengagendakan kegiatan literasi di Pesantrennya.

Senada dengan Agus, Pimpinan Pesantren Nurul Madaany KH. Abdullah Al Hadad, S.Ag, M.Sy, mengatakan bahwa kegiatan literasi ini bukan kegiatan kali pertama di Nurul Madaany dan InsyaAllah ke depan akan banyak lahir penulis, penyair dari rahim pesantren Nurul Madaany.

Pimpinan Pesantren Nurul Madaany KH. Abdullah Al Hadad, S.Ag, M.Sy

Rilis buku ini dihadiri oleh ratusan santri, Alumni dan tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan bincang-bincang dengan perwakilan penulis dan pembicara yang bergerak dibidang literasi dan pendidikan tampak antusiasme para peserta, tak lupa pembagian buku secara gratis untuk peserta yang menyampaikan pertanyaan.

“Menjadi santri di zaman milenial, tantangannya makin berat. Untuk itu teruslah belajar dan berkarya, agar berfaedah bagi kehidupan umat”, pungkas KH. Abdullah Al Hadad dipenutup sambutannya. (red)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar