KabarTerkini

Akan Digelar Tiga Hari, Pojok Seni Uniba Masih Minim Peserta

KOTA SERANG, biem.co — Demi terus menjaga tali silaturahmi antar sesama, serta memfasilitasi mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat dalam kesenian, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkup Seni dan Budaya (Lisbu) Universitas Bina Bangsa (Uniba) kembali gelar acara Pojok Seni yang akan berlangsung di halaman parkir Uniba. Pojok Seni yang ketujuh ini akan diselenggarakan selama tiga hari, dimulai esok hari, Kamis (24/05).

Virdayanti Nurani (21), selaku Ketua Pelaksana mengaku acara Pojok Seni ini adalah program kerja tahunan Lisbu. Untuk kegiatan tersebut, katanya, sudah dipersiapkan sejak tiga minggu yang lalu.

“Acara Pojok Seni kali ini bertepatan dengan terlaksananya bulan Ramadhan. Sesuai kesepakatan bersama, Pojok Seni kali ini mengangkat tema ‘Makna Spiritual Dalam Kesenian’ dan konsep acaranya kita sesuaikan dengan bulan Ramadhan,” ungkap Virda kepada biem.co, Rabu (23/05).

Pojok Seni kali ini turut melibatkan kurang lebih 34 anak yatim sebagai wujud bakt isosial. Acara ini juga melibatkan Mahasiswa UNIBA, mulai dari UKM internal, UKM seni eksternal, serta komunitas yang bergerak di bidang kesenian di Provinsi Banten. Tak hanya itu, sebanyak kurang lebih 34 anak yatim pun turut diundang sebagai wujud bakti sosial. Berbagai rangkaian acara akan digelar, seperti buka bersama, kultum, dan shalat tarawih berjamaah.

Virda menambahkan, pihaknya sudah mengupayakan acara Pojok Seni untuk diekspose ke media sosial, promosi ketiap-tiap kelas, serta mendatangi setiap tongkrongan mahasiswa. Namun, acara ini tidak terlepas oleh kendala serta hambatan, salah satunya persiapan waktu yang sangat minim.

“Sampai saat ini saja baru lima peserta mahasiswa dari total 15 kuota tersedia yang mendaftar. Tapi hal itu tidak kita jadikan faktor yang menghambat. Akan kita siasati dengan berbagai cara agar Pojok Seni kali ini, meskipun sederhana tapi tetap meriah,” tambahnya.

Menanggapi minimnya antusias peserta dari mahasiswa, Ketua Umum Lisbu, Syahrul Adom (23) pun angkat bicara. Menurutnya, hal itu terjadi karena konsep acara yang sederhana, sehingga menjadi faktor minimnya antusias peserta mahasiswa.

“Mungkin mahasiswa lebih tertarik pada acara besar yang penggunakan panggung serta menggunakan sound out skala besar,” kata Syahrul.

Lebih lanjut ia mengatakan akan mengupayakan lebih banyak yang terlibat dalam acara Pojok Seni nantinya. Namun, ia pun mengimbau kepada semua pihak untuk tidak selalu melihat acara dari sisi kemegahannya saja, tetapi perlu juga melihat makna konsep yang sudah disusun dengan matang.

“Upaya ke depannya, kita akan coba suguhkan sesuatu yang lebih menarik lagi untuk merangsang minat bakat mahasiswa, khususnya di bidang kesenian,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan, Hadi Kurniawanto, sebagai pihak yang menaungi organisasi internal Kampus UNIBA tidak dapat memberi tanggapan terkait acara tersebut, saat dihubungi biem.co lewat WhatsApp. (iqbal/red)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Back to top button