KabarTerkini

Menghemat Devisa, Pemerintah Percepat Penggunaan Biodiesel

biem.co – Presiden Joko Widodo sudah memutuskan untuk mempercepat penggunaan B20 atau biodiesel di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Damrin menuturkan percepatan tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi impor solar, sehingga bisa menghemat devisa secara signifikan dalam setahun.

“Sudah kami perhitungkan, apabila B20 ini bisa terwujud secara penuh, ya katakanlah enggak 100 persen, tapi 95 – 97 persen, itu akan menghemat devisa untuk impor solar kira-kira 5 sampai 5,5 miliar dollar AS setahun,” tutur Darmin.

Dari keterangan yang didapat, Darmin menjelaskan, penerapan penggunaan B20 ini nantinya tidak hanya untuk yang PSO (Public Service Obligation), tetapi juga bagi yang non-PSO. Selama ini, biodiesel sudah digunakan untuk PSO, tetapi non-PSO belum betul-betul diterapkan sehingga kali ini akan didorong agar secara penuh digunakan.

Selain itu, Darmin juga memprediksi harga CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit akan membaik seiring dengan perkiraan perbaikan ekspor yang jadi lebih tinggi. Dengan membaiknya harga CPO, maka ekspor Indonesia secara keseluruhan akan jadi lebih baik.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah mengakui jenis bahan bakar minyak umum non PSO masih kesulitan menyerap B20 karena spesifikasi teknis mesin yang belum sesuai. Hal itu menyebabkan penyerapan biodiesel masih rendah.

“Untuk itu kami sedang menyiapkan langkah-langkah konkret untuk membuat (penerapan) B20 terwujud,” pungkas Darmin. (Iqbal)

Editor : Jalaludin Ega

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar