KabarTerkini

Kementan: Produksi Jagung Tahun Ini Surplus

biem.co — Sejumlah peternak dan produsen pakan ternak belakangan ini kembali berteriak mengenai harga jagung yang mahal dan kelangkaan pasokan. Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro, menilai permasalahan jagung di dalam negeri dikarenakan distribusi.

“Misalnya, perbedaan biaya transportasi tujuan penjualan pasar domestik dan tujuan ekspor. Karena produksi jagung nasional sepanjang tahun ini surplus,” ungkapnya, seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Melansir CNN Indonesia, berdasarkan data yang dikantongi Kementrian Pertanian, proyeksi produksi jagung hingga akhir tahun ini mencapai 30,4 juta ton. Proyeksi itu terdiri dari produksi jagung di Pulau Jawa sebanyak 11,6 juta ton dan di luar Jawa sebanyak 18,4 juta ton. Sementara, konsumsi secara nasional hanya mencapai 18 juta ton, sehingga surplus mencapai 12,4 juta.

Disampaikan Syukur, ekspor jagung mencapai 380 ribu ton per Juli 2018. Realisasi ekspor itu meningkat hingga 744 kali lipat dibandingkan ekspor jagung tahun lalu yang hanya berkisar 45 ribu ton.

“Kementan pastikan produksi jagung nasional pada 2018 surplus. Balance trade (red: neraca dagang) surplus. Kita ekspor 380 ribu ton, impor 100 ribu ton,” imbuhnya. (IY/red)

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar