KOTA SERANG, biem.co – Reruntuhan istana Keraton Kaibon yang megah kini menjadi salah satu spot favorit bagi para pemburu foto, mulai dari konten media sosial hingga sesi pre-wedding yang klasik dan romantis.
Hebatnya lagi, untuk menikmati kemegahan Cagar Budaya Peringkat Nasional ini, pengunjung tidak dipungut biaya masuk alias gratis. Namun, di balik setiap sudutnya yang Instagrammable, Keraton Kaibon menyimpan kisah mendalam tentang cinta, perlawanan, dan kecerdasan arsitektur yang melampaui zamannya.
Keraton Kaibon bukanlah sekadar istana biasa. Dibangun sekitar tahun 1815, bangunan ini merupakan persembahan cinta dari seorang putra, Sultan Syafiuddin, untuk ibunda tercintanya, Ratu Aisyah.
Namanya sendiri berasal dari kata “ke-ibu-an”, yang secara sempurna merangkum tujuan pembangunannya: sebagai kediaman yang nyaman bagi sang Ratu Wali yang bijaksana.
Meskipun yang tersisa hanyalah reruntuhan, jejak kecerdasan arsitekturnya masih bisa dibaca dengan jelas. Gerbang utamanya yang megah, yang kini menjadi logo resmi Kota Serang , memadukan gaya Jawa-Bali dengan filosofi Islam yang kuat.
Salah satu inovasi yang paling menakjubkan adalah sistem “pendingin ruangan alami” di dalam kamar yang diyakini milik Ratu Aisyah. Air dari kanal yang mengelilingi istana dialirkan ke sebuah saluran di bawah lantai, yang uapnya kemudian memberikan efek sejuk alami ke dalam ruangan. Konsep “istana di atas air” ini menunjukkan betapa canggihnya peradaban Banten di masa lalu.
Bagi sobat biem yang berencana mengunjungi permata tersembunyi Kota Serang ini, berikut beberapa informasi praktis yang perlu diketahui:
- Lokasi: Jalan Raya Banten, Kampung Kroya, Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
- Jam Operasional: Umumnya buka dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
- Tiket Masuk: Gratis, namun siapkan biaya parkir kendaraan sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
- Waktu Terbaik: Untuk mendapatkan hasil foto terbaik dengan cahaya keemasan, datanglah di pagi hari atau sore hari menjelang matahari terbenam. Mengingat cuaca yang seringkali panas, disarankan membawa topi atau payung.
Kunjungan kamu akan semakin lengkap karena Keraton Kaibon merupakan bagian dari wisata Kawasan Kesultanan Banten Lama. Setelah puas berfoto di Kaibon, kamu bisa melanjutkan perjalanan sejarah dengan berjalan kaki ke Keraton Surosowan, Masjid Agung Banten yang ikonik, serta Benteng Speelwijk peninggalan Belanda yang lokasinya saling berdekatan.








