SERANG, biem.co – Di tengah dunia seni dan budaya Banten yang lagi berkembang, ada satu nama baru yang sedang naik daun yaitu Dimas Yusuf Setiawan. Dia bukan cuma penari biasa, tapi seorang koreografer dan founder dari Sanggar Jong Jayasakti yang memiliki jiwa seni luar biasa dengan karya-karya hebatnya.
Melalui karya fenomenalnya, Tari Senong dan perannya sebagai Kang Nong Berbakat Kota Serang 2023, Dimas telah memposisikan dirinya sebagai salah satu suara baru paling berpengaruh dalam renaisans budaya Banten modern.
Karya terbesar Dimas hingga saat ini adalah Tari Senong, sebuah tarian yang ia ciptakan sebagai himne baru untuk perempuan Banten. Sebagai seorang sarjana dari Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Dimas tidak menciptakan tarian ini dari ruang hampa. Karyanya adalah buah dari observasi dan riset mendalam selama hampir satu tahun.
Filosofi di balik Tari Senong adalah untuk menggambarkan sosok perempuan Banten yang ideal: “religius, santun, cerdas, dan berani”. Gerakannya merupakan hasil akulturasi yang memadukan kekuatan seni bela diri pencak silat dengan keanggunan gerak tari khas dari berbagai daerah seperti Cilegon, Serang, hingga Baduy.
“Tarian ini adalah cerminan bagi perempuan untuk melangkah maju menuju keberhasilan tanpa melupakan asal-usul dan potensi yang dimiliki,” ujar Dimas.
Sebelum dikenal luas di Banten, bakat Dimas Yusuf Setiawan telah lebih dulu diakui di tingkat nasional. Pada tahun 2022, ia berhasil menjadi Finalis dalam ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) untuk cabang Lomba Tari.
Puncaknya, pada akhir 2023, ia dinobatkan sebagai Kang Nong Berbakat Kota Serang. Gelar ini menjadi validasi atas identitas intinya sebagai seorang seniman dan memberinya platform yang lebih luas untuk berkarya.
Kini, sebagai ikon yang didukung oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Dimas tidak hanya berkarya, tetapi juga aktif menyuarakan advokasi budaya.
“Saya berharap acara budaya dapat mempererat ikatan komunitas, mendukung kreativitas lokal, dan menginspirasi generasi mendatang untuk menjaga serta mengembangkan warisan budaya kita,” tegasnya dalam sebuah kesempatan.
Kombinasi antara karya yang berakar kuat pada riset akademis dan peran aktifnya sebagai duta pariwisata menjadikan Dimas Yusuf Setiawan figur penting yang patut diperhitungkan. Ia adalah bukti nyata bahwa seni dan intelektualitas dapat berjalan beriringan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. (Red)






