SERANG, biem.co – Menyikapi pernyataan Ketua Satgas Percepatan Pembangunan & Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, kepada media bahwa ada sebagian pedagang yang mengambil area sempadan jalan di Pasar Induk Rau, Sayid Rahman Hakim selaku kuasa pemilik kios menyatakan hal berbeda.
Hal ini dibuktikan berdasarkan kegiatan ukur ulang oleh pihak BPN Kota Serang yang disaksikan langsung pihak-pihak terkait pada Kamis (14/8/2025).
Hasil pengukuran tersebut sesuai dengan SHM pemilik kios yang diterbitkan BPN sebelumnya.
“Kami tidak merasa mendirikan bangunan di atas sempadan jalan, tapi di atas lahan milik sendiri,” jelasnya saat ditemui Rabu (27/8/2025).
Adapun lahan kios yang terdampak rencana RMJ (ruang milik jalan-red) untuk jalan masuk PIR itu berada di bagian depan kios. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 2,7 meter dikali lebar jejeran 4 kios.
Sementara itu, luas keseluruhan jejeran 4 kios sendiri, seperti tertera dalam SHM, adalah 257 m2 (lihat foto-red).
“Tolong dipahami, kami bukan menolak rencana pembangunan total PIR. Justru mendukung jika demi kebaikan bersama. Namun semuanya tentu harus sesuai aturan hukum,” imbuh Hakim.
Oleh karena itu, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan berdampak pada ketidaknyamanan pedagang saat berjualan, Hakim mengusulkan semua pihak terkait untuk duduk bersama menentukan solusinya.
“Untuk para pedagang, apalagi pemilik lahan dengan SHM, tentu harus win-win solusinya,” tegas Hakim. (Red)








