KabarKampusTerkini

DEMA PTKIN dan KOPRI PKC PMII DKI Jakarta Gelar Istigosah dan Talkshow Kebangsaan

JAKARTA, biem.co – Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) berkolaborasi dengan KOPRI PKC PMII DKI Jakarta menggelar Istigosah dan Talkshow Kebangsaan di Aula PWNU DKI Jakarta Lantai 2, Kamis (11/9/2025). Acara digelar dengan mengusung tema “Ruang Suara Perempuan dalam Demokrasi”.

Perwakilan DEMA PTKIN, Rio Alfianto, menekankan pentingnya sinergi organisasi mahasiswa Islam.

“Kebersamaan antara KOPRI dan DEMA PTKIN adalah contoh konkret gerakan mahasiswa Islam yang tak hanya berbasis teori, tapi juga aksi nyata dan spiritualitas. Kita harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi dan kesadaran kolektif,” ujarnya.

Rio juga menyoroti tiga konsentrasi utama gerakan DEMA PTKIN yaitu kesejahteraan guru dan dosen, reformasi holistik pemerintah, serta pelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Ketua Kopri PKC PMII DKI Jakarta, Nanda Asifa Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk Ekpresi yang dilakukan Kopri DKI Jakarta dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan.

“Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual. Gerakan yang kita bangun harus berangkat dari hati yang bersih dan niat yang tulus demi kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkapnya.

Nanda berharap kegiatan ini menjadi titik tolak lahirnya gerakan mahasiswa yang kuat dalam analisis sekaligus berakar pada spiritualitas, demi mewujudkan Indonesia yang adil, damai, dan bermartabat.

Disisi lain, Koordinator Pusat DEMA PTKIN, Muhammad Syahrus Sobirin mendesak Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Tim Investigasi Independen untuk menyelidiki kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025.

“Dalam perkara seperti ini aktor-aktor di belakangnya sering tidak pernah jelas. Karena itu, sangat mendesak dibentuk tim independen, yang melibatkan masyarakat sipil,” ujar Sobirin dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025).

Sobirin mengingatkan pengalaman masa lalu Tim Pencari Fakta (TPF) 1998 maupun TPF kasus pembunuhan aktivis Munir pada 2004 membuktikan bahwa investigasi independen dapat membuka tabir keterlibatan aktor-aktor kekuasaan.

Sobirin, menekankan tim investigasi independen idealnya beranggotakan tokoh-tokoh yang berintegritas, komposisinya harus melibatkan unsur masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, hingga lembaga negara seperti Komnas HAM dan Ombudsman.

“Tim perlu dilindungi Presiden dan diberikan kewenangan penuh untuk memanggil serta memeriksa seluruh institusi, termasuk kepolisian, TNI, dan intelijen jika ada indikasi keterlibatan. Jangan sampai ada yang dilindungi,” tuturnya.

Perlu diketahui acara Istigosah dipimpin langsung oleh KH. Jamaluddin F Hasyim, MH, ulama dari lingkungan NU. Kemudian dilanjutkan talkshow kebangsaan menghadirkan narasumber Astrit Ayu Faradina sebagai Senior Analyst Macquarie Sekuritas Indonesia dan Nur Amala Demisioner Ketua Kopri PKC PMII DKI Jakarta membahas mengenai ekonomi dan saham. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button