Kabar

RUPS Bank Banten Tetapkan Bank Jatim sebagai PSP Kedua

Kinerja 2025 Tunjukkan Pertumbuhan Signifikan

SERANG, biem.co – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (28/11/2025). RUPS ini menjadi momentum strategis bagi perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme.

Dalam rapat tersebut, terdapat dua agenda utama yang disahkan. Pertama, penetapan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) kedua sekaligus bank induk dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB), sesuai amanat POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Kedua, persetujuan Rencana Aksi Pemulihan Perseroan sesuai regulasi yang berlaku.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan bahwa keputusan RUPS ini menjadi fondasi penting bagi transformasi perseroan. Ia menyampaikan, Bank Banten telah merampungkan seluruh proses teknis KUB dengan Bank Jatim sebagai langkah strategis penguatan permodalan, tata kelola, dan ketahanan usaha.

“Ini adalah langkah strategis bagi Bank Banten untuk memperkuat posisi dan mempercepat akselerasi bisnis. Seluruh proses teknis KUB telah selesai dan sesuai amanat POJK 12/2020,” ujarnya.

Busthami menjelaskan bahwa pada 5 November 2025, Bank Jatim membeli 27.511.900 lembar saham Bank Banten di pasar sekunder. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah menyetujui hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi Bank Jatim sebagai calon PSP kedua, sekaligus menetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai ultimate shareholder.

“Penetapan dari OJK menjadi momentum penting untuk mempercepat penguatan Bank Banten. Melalui skema KUB, kami akan mendapat dukungan nyata dalam hal permodalan, manajemen risiko, digitalisasi layanan, dan sinergi bisnis,” tuturnya.

Menjelang akhir tahun buku 2025, Bank Banten mencatat kinerja yang terus bertumbuh. Peningkatan terlihat pada aspek keuangan, bisnis, hingga operasional.

Total aset Triwulan III 2025 mencapai Rp9,5 triliun, naik Rp1,85 triliun atau 24% dari tahun sebelumnya.

Kredit yang Diberikan (KYD) meningkat menjadi Rp4,46 triliun, bertambah Rp802 miliar atau 22%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp6,56 triliun, naik Rp1,4 triliun atau 27%.

Dari sisi pendapatan, bunga tercatat naik 15,12% menjadi Rp404,1 miliar. Laba bersih pun tumbuh signifikan menjadi Rp10,7 miliar, meningkat 43,3% dibanding Triwulan III 2024.

Kesehatan finansial perseroan juga semakin kuat:

CAR mencapai 40,05%, jauh di atas ketentuan minimum OJK sebesar 11%.

NPL membaik menjadi 5,53%, turun dari 9,86%.

Net NPL turun menjadi 1,72%.

“Peningkatan ini berdampak positif terhadap kepercayaan seluruh stakeholder, baik di dalam maupun luar Provinsi Banten,” kata Busthami.

Komisaris Utama Independen Bank Banten, Hoiruddin Hasibuan, menegaskan komitmen Dewan Komisaris untuk terus menjalankan fungsi pengawasan secara independen agar perseroan tetap pada jalur pertumbuhan yang sehat.

“Kami mengapresiasi langkah Direksi dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendorong inovasi agar Bank Banten tetap relevan dan memberi nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujarnya.

Gubernur Banten, Andra Soni, juga memberikan apresiasi atas capaian Bank Banten sepanjang 2025. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam penguatan perseroan, termasuk melalui skema KUB.

“Saya melihat arah positif yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Mari kita perkokoh sinergi demi kemajuan Bank Banten dan kesejahteraan masyarakat Banten,” tuturnya.

Andra menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap keberlanjutan Bank Banten.

“Bank Banten dicintai dan didukung Pemprov Banten serta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Banten. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau tidak sekarang kapan lagi?” pungkasnya. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button