SERANG, biem.co – Tahun 2025 menjadi tahun peletakan fondasi penting pembangunan Provinsi Banten. Fokusnya sederhana tapi berdampak langsung. Jalan yang bisa dilalui. Sekolah yang bisa diakses. Layanan kesehatan yang lebih dekat.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, pembangunan diarahkan pada tiga kebutuhan utama masyarakat.
Pertama, akses dan konektivitas desa. Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa berupa 61 ruas jalan dan 1 jembatan. Fokus terbesar ada di wilayah selatan Banten. Jalan desa ini menunjang aktivitas warga. Pertanian. Sekolah. Pariwisata. Ekonomi lokal.
Kedua, layanan kesehatan yang lebih terjangkau.Warga kini bisa mengakses radioterapi dan kemoterapi di RSUD Banten. Dua RSUD baru hadir di Lebak dan Pandeglang. Lebih dari 4,1 juta warga telah memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis.Mobile Clinic berbasis telemedicine menjangkau wilayah terpencil. Layanan Faskin Link memungkinkan konsultasi dokter Puskesmas lewat ponsel.
Ketiga, pendidikan yang lebih adil. Sebanyak 801 SMA, SMK, dan SKh swasta mengikuti program Sekolah Gratis. Lebih dari 60 ribu siswa terbantu pada tahun pertama. Empat Sekolah Rakyat beroperasi untuk anak dari keluarga rentan.
Program Sarjana Penggerak Desa memberi beasiswa hingga Rp20 juta agar anak desa kembali membangun desanya.
Dampaknya mulai terlihat.
Ekonomi Banten tumbuh 5,29 persen.
IPM naik menjadi 77,25.
Investasi tembus Rp91,5 triliun.
Sektor pertanian dan pendidikan jadi penggerak utama.
Pembangunan ini bukan sekadar angka. Ini tentang jalan yang memudahkan hidup. Sekolah yang memberi harapan. Kesehatan yang lebih pasti. (Red)








