PANDEGLANG, biem.co – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten, dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, melaksanakan penanaman jagung di lahan tidur kampus seluas 3 hektar (Ha). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UNMA dan Dinas Pertanian Provinsi, yang bertujuan untuk mengubah lahan non-produktif menjadi lahan yang dapat berkontribusi pada ketahanan pangan di sekitar dan nasional.
Penanaman jagung ini tidak hanya melibatkan civitas akademika UNMA, tetapi juga masyarakat sekitar. Prof. Dr. Andriansyah, M.Si, Rektor UNMA, dalam sambutannya mengungkapkan, “Kegiatan ini adalah salah satu kontribusi nyata UNMA dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami percaya bahwa dengan sinergi yang baik antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah dan nasional.”
Lahan tidur, yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini dialihfungsikan untuk pertanian produktif, dengan harapan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam bentuk hasil panen jagung, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Dalam kolaborasi ini, Dinas Pertanian Provinsi turut memberikan bimbingan teknis tentang cara bertani yang lebih modern dan berkelanjutan.
Prof. Andriansyah menambahkan, “UNMA sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga harus terlibat langsung dalam pengembangan masyarakat dan negara. Program ini juga memperkuat komitmen UNMA dalam menciptakan lingkungan yang peduli dengan isu-isu sosial, khususnya yang berhubungan dengan ketahanan pangan.”
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Beberapa mahasiswa yang terlibat dalam penanaman jagung mengaku merasa bangga dapat berkontribusi langsung dalam program yang mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa untuk lebih memahami konsep pertanian berkelanjutan.
Melalui program ini, UNMA bertekad untuk terus mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat menjadi landasan untuk memperkuat sektor pertanian. Dengan keterlibatan berbagai pihak, UNMA berharap dapat menjadi pionir dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis riset dan pendidikan tinggi.
Selain itu, penanaman jagung ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan potensi lahan tidur yang ada. Ke depan, UNMA berencana untuk memperluas program ini dengan penanaman komoditas lain, yang diharapkan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi universitas lain dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan tidur secara optimal, sebagai langkah konkrit dalam mencapai ketahanan pangan. Dengan adanya kolaborasi yang erat, program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
UNMA berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan bersama. (Red)








