SERANG, biem.co – Upaya penguatan kewirausahaan berbasis pesantren dari Banten resmi diarahkan ke panggung nasional. Dalam forum Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia, Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) Wilayah Banten bersama unsur daerah memandatkan Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Marsudi Syuhud, untuk menyerahkan dokumen asli serta poin-poin strategis program tersebut langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Keputusan tersebut menjadi hasil utama forum sebagai langkah konkret agar gerakan kewirausahaan santri memperoleh dukungan kebijakan lintas kementerian di tingkat nasional.
Ketua IKALUIN Jakarta Wilayah Banten, Dr. Agus Syabarrudin, M.Si., menyampaikan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai basis pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang selama ini belum sepenuhnya terintegrasi dalam kebijakan pembangunan nasional.
“Santripreneur Care bukan hanya program pelatihan, tetapi gerakan membangun mental leaderpreneur dan kemandirian finansial santri. Karena itu, dokumen strategis ini perlu sampai langsung kepada Presiden agar mendapat penguatan kebijakan secara nasional,” ujarnya.
Menanggapi mandat tersebut, Marsudi Syuhud menyatakan kesiapannya membawa gagasan itu ke tingkat pusat. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh rasio kewirausahaannya.
“Negara maju adalah negara yang jumlah entrepreneurnya besar. Indonesia masih tertinggal dalam rasio entrepreneur. Santri harus berani memulai usaha, dari yang belum ada menjadi ada,” tegasnya.
Marsudi menjelaskan, sejak 1998 Indonesia memiliki sekitar 42.000 pesantren dan hampir seluruhnya memiliki koperasi. Jika potensi tersebut dikelola secara terintegrasi dari tingkat wilayah hingga nasional, maka dapat menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.
Sebagai tahap awal, Inkopontren menargetkan pelatihan kewirausahaan bagi 1.000 pesantren dengan melibatkan sekitar 20.000 santri. Program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan inkubasi usaha serta pembangunan infrastruktur ekonomi pesantren.
Dalam jangka panjang, ekosistem koperasi pesantren diarahkan untuk membangun struktur ekonomi terintegrasi dengan visi kemandirian lembaga keuangan berbasis pesantren.
Gerakan ini juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten serta Pemerintah Provinsi Banten, yang mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia santri melalui program beasiswa dan pengembangan kewirausahaan.
Dengan mandat resmi tersebut, Banten menegaskan posisinya sebagai inisiator gerakan santripreneur yang diharapkan menjadi bagian dari arsitektur pembangunan ekonomi nasional berbasis pesantren. ***






