Gerak Bang AndraKabarKetahanan Pangan

Gerak Bang Andra: Intervensi Kerentanan Pangan, Gubernur Banten Tunjuk PT ABM Tebar 5.900 Paket Sembako

CILEGON, biem.co – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menyalurkan 59 ton beras dan 5,9 ton ayam frozen melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada masyarakat di delapan kabupaten dan kota sebagai bentuk intervensi atas kerentanan pangan.

“Ini salah satu upaya kami untuk mengurangi beban masyarakat melalui bantuan tersebut,” ungkap Andra Soni saat menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Provinsi Banten Tahun 2026 pada Daerah Rentan Pangan di Kantor Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (4/3/2026).

“Semoga ini bermanfaat dan masyarakat diberikan kekuatan menghadapi kondisi saat ini,” sambungnya.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, Gubernur Banten menunjuk PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau ABM, Bulog dan PT POS membagikan paket sembako kepada 5.900 penerima manfaat yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota. Bantuan itu, diberikan secara gratis yang menyasar penerima dari golongan desil 1 dan 2.

Gerak Bang Andra

Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Maruf mengatakan, sasaran penerima bantuan itu masyarakat kurang mampu, dimana basis datanya diberikan oleh Dinas Ketapang yang disinkronkan dengan data di Kelurahan dan Kecamatan yang rentan pangan.

“Paket sembako yang diterima oleh masyarakat meliputi 1 ekor ayam dan 10 kg beras,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Dalam proses penyalurannya, kata Irfan, para penerima bantuan datang ke lokasi penyaluran dengan membawa surat undangan elektronik yang telah disebar melalui aplikasi Pos Giro Cash (PGC).

“Untuk bantuan beras penyalurnya PT POS, sedangkan daging ayam dari PT ABM,” ujarnya.

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama satu minggu ini di seluruh Kabupaten/Kota. Jikapun masih membutuhkan waktu tambahan, akan disesuaikan.

“Kita sih menargetkan minggu ini bisa selesai, sehingga penerima bantuan bisa memanfaatkannya lebih cepat,” imbuhnya.

Kegiatan itu, kata Irfan, merupakan arahan dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang mengintruksikan agar ABM bisa hadir dan berperan aktif membantu masyarakat.

“Apalagi di bulan Ramadan ini, kebutuhan bahan pokok cukup tinggi harganya dan juga ada beberapa yang mengalami kenaikan. Sehingga diharapkan dengan adanya penyaluran ini masyarakat bisa terbantu, terutama yang kurang mampu,” jelasnya.

Gudang CPPD

Pada kesempatan itu Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa program bantuan CPPD tersebut juga sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, tingkat inflasi bulanan (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 0,93. Menurut Andra Soni kondisi inflasi di Provinsi Banten harus dijaga dan stabilkan. Terutama memasuki Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan kenaikam sejumlah komoditi pangan.

“Memasuki bulan puasa dan menjelang Lebaran biasanya harga-harga melonjak. Ini harus kita upayakan supaya tetap stabil. Bantuan CPPD ini adalah salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat,” katanya.

Andra Soni juga menegaskan kebijakan terkait memperkuat ketahanan pangan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tidak lain bertujuan dan berkepentingan untuk masyarakat.

“Kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan memperkuat ketahanan pangan dan lainnya itu kepentingannya untuk menjaga masyarakat agar bisa bertahan dan terlayani dengan sebaik-sebaiknya,” jelasnya.

Gerak Bang Andra

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir menjelaskan, bantuan disalurkan kepada 5.900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan data DTSEN, khususnya masyarakat pada desil 1 dan 2.

“Jadi setiap keluarga KPM yang akan menerima 10 kilogram beras dan 1 kilogram ayam frozen. Tentu jumlah (pemerima, red) ini kita berdasarkan data DTSEN,” katanya.

Selanjutnya, Nasir mengatakan untuk proses penyaluran bekerja sama dengan PT Pos sebagai transporter yang menggunakan sistem barcode guna memastikan akurasi penerima sesuai data yang telah ditetapkan.

“Kita sudah menyalurkan di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon,” imbuhnya.

Nasir juga merinci jumlah penerima manfaat di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Antara lain, Kota Cilegon 174 KPM, Kota Serang 342 KPM, Kota Tangerang Selatan 346 KPM, Kabupaten Pandeglang 925 KPM, Kabupaten Lebak 981 KPM, Kabupaten Tangerang 1.610 KPM, Kota Tangerang 796 dan Kabupaten Serang 726 KPM.

“Sehingga dengan keseluruh 5.900 KPM yanng mendapatkan bantuan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasir menuturkan tujuan dari bantuan CPP tersebut diantaranya untuk menekan dan menurunkan tingkat kerentangan pangan di masyarakat. Khususnya masyarakat yang kurang mampu.

“Kita berharap dengan kita salurkan bantuan ini mudah-mudahan sebagai salah satu cara untuk menurunkan inflasi di Banten, walaupun memang angkanya tidak terlalu besar,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Nasir juga memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Provinsi Banten yang saat ini masih mencapai 406 ton dan tersimpan di Bulog. Bahkan Tahun 2026, Pemprov Banten juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk penambahan CPP.

“Ini lagi dalam proses, mudah-mudahan bulan Maret ini kita sudah bisa menambah lagi CPP Provinsi Banten,” pungkasnya.

CPPD

Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat, Sri Murwani (66), mengaku senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah melalui bantuan pangan tersebut.

“Senang, bahagia, suka cita. Karena diperhatikan sama pemerintah. Untuk Pak Gubernur tetap sehat,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) M Nasir menambahkan, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) ini diturunkan sebagai bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan tingkat rentan dan rawan Pangan di wilayah-wilayah Provinsi Banten.

“Daerah dikatakan rawan atau tidak berdasarkan kajian Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Peta ketahanan dan kerentanan pangan di wilayah- wilayah se Provinsi Banten, secara berjenjang dari pusat, provinsi maupun daerah,” tuturnya.

Kemudian pembagian bantuan CPPD ini adalah dalam upaya mengendalikan inflasi Provinsi Banten sesuai rilis BPS bulan Februari 2026 angka inflasi bulan ada pada angka 0,93 berada pada posisi ke empat tertinggi.

Salah satu yang memberi andil inflasi adalah daging ayam ras, Jadi upaya kita Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam hal ini sangat tepat dengan menurunkan bantuan Ayam Frozen dan Beras masing- masing 1 kg daging ayam, 10 kg beras, sehingga masyarakat yang masuk kategori miskin atau rentan pangan dapat meringankan beban dengan adanya bantuan tersebut, dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Dan insya Allah data rentan pangan dapat berkurang.

“Ini bentuk perhatian bapak gubernur dan wakil gubernur Banten dalam menjaga inflasi daerah dan upaya menurunkan atau bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menurunkan angka agak rentan pangan,” imbuhnya. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button