KOTA SERANG, biem.co – Penguatan ekonomi daerah tidak bisa berdiri sendiri. Ia butuh perbankan yang sehat, masyarakat yang melek keuangan, dan kolaborasi yang konsisten. Inilah yang menjadi fokus pertemuan Gubernur Banten Andra Soni dengan Otoritas Jasa Keuangan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin 19 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendorong transformasi Bank Banten agar tidak hanya menjadi simbol daerah, tetapi tumbuh sebagai bank yang produktif, sehat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. OJK diminta terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara ketat dan konstruktif agar pertumbuhan Bank Banten tetap berada di jalur yang benar.
Kinerja Bank Banten menunjukkan sinyal positif. Aset bank tumbuh signifikan menjadi Rp10,02 triliun dari sebelumnya Rp7,55 triliun atau meningkat lebih dari 32 persen. Bank Banten juga mulai mencatatkan laba sebesar Rp1,3 miliar. Ke depan, potensi masuknya Rekening Kas Umum Daerah dari sejumlah kabupaten dan kota diproyeksikan akan semakin memperkuat kinerja bank daerah ini.
Penguatan sektor keuangan ini berjalan seiring dengan kondisi ekonomi Banten yang stabil. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi berada di zona positif dengan inflasi yang terkendali. Realisasi investasi bahkan melampaui target nasional dan menempatkan Banten di peringkat empat besar nasional sebagai daerah tujuan investasi.
Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada angka, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera telah merealisasikan puluhan titik jalan desa, jembatan, serta ratusan kilometer jalan lingkungan. Akses jalan yang baik membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Di sektor sumber daya manusia, Pemprov Banten menjalankan Program Sekolah Gratis bekerja sama dengan ratusan sekolah swasta. Program ini meringankan beban keluarga sekaligus menghidupkan kembali sekolah swasta agar lebih seimbang dan berkualitas.
Untuk mendukung program nasional, pelaksanaan Makan Bergizi Gratis juga terus diperkuat dengan melibatkan jutaan penerima manfaat dan ribuan satuan pelayanan gizi. Program ini tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui peran koperasi dan pelaku usaha kecil.
OJK dan Pemprov Banten sepakat memperluas kolaborasi literasi keuangan hingga ke desa dan pondok pesantren. Tujuannya jelas. Melindungi masyarakat dari pinjaman ilegal, memperkuat keuangan desa, dan memastikan akses pembiayaan yang aman dan produktif bagi warga. (Red)








