Terkini

REI Banten Cetak Developer Andal Lewat Sekolah Developer, Fokus Bangun SDM Hadapi Tantangan Industri Properti

SERANG, biem.co – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten kembali menggelar Sekolah Developer sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor properti. Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Modern Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (5/8/2026).

Program tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku industri properti sebagai narasumber, di antaranya James Riady, Mary Octa Sihombing, serta pengembang berpengalaman lainnya. Para peserta dibekali materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis pengalaman lapangan.

Ketua DPD REI Banten, Roni H. Adali, mengatakan Sekolah Developer merupakan salah satu program unggulan organisasi dalam mencetak pengembang properti yang profesional dan adaptif menghadapi dinamika industri.

Menurutnya, fokus utama REI Banten saat ini adalah membangun kualitas manusianya terlebih dahulu sebelum mendorong pertumbuhan bisnis.

“Konsep kami sederhana, bangun dulu sumber daya manusianya, nanti manusianya yang akan membangun bisnisnya. Karena itu materi yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengembang di Banten, bukan sekadar teori,” ujar Roni.

Ia menjelaskan, Sekolah Developer lahir dari kebutuhan anggota REI Banten yang memiliki tantangan berbeda dengan daerah lain. Karena itu, pihaknya menghadirkan narasumber yang merupakan pelaku usaha sukses agar peserta dapat belajar langsung dari pengalaman nyata.

“Kami ingin teman-teman belajar dari developer yang sudah berhasil. Harapannya mereka bisa meniru strategi yang tepat sehingga tumbuh dan berkembang bersama,” katanya.

Sementara itu, Waktum DPP REI, Mary Octa Sihombing, mengapresiasi inovasi REI Banten yang menghadirkan Sekolah Developer sebagai wadah pembinaan bagi para pengembang muda.

Menurutnya, kebutuhan rumah yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi industri properti, sekaligus membutuhkan pelaku usaha yang semakin profesional.

“Program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan developer yang berkualitas agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu kami mengapresiasi DPD REI Banten yang menyiapkan SDM melalui Sekolah Developer,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pengusaha nasional Chief Executive Officer
Lippo Group James Riady menilai saat ini merupakan momentum terbaik bagi sektor perumahan nasional. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan para developer.

Ia menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan bisnis properti agar industri mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menghadirkan hunian layak bagi masyarakat.

“Kita harus memahami bahwa saat ini adalah momentum. Belum pernah sebelumnya sektor perumahan mendapat perhatian sebesar sekarang. Ini kesempatan bagi developer untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap rumah yang layak,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Serang Rachmat Maulana, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, yang mewakili Bupati Serang saat membuka kegiatan, menyebut Sekolah Developer sebagai terobosan positif dalam meningkatkan kompetensi pelaku usaha properti.

Menurutnya, seorang developer tidak cukup hanya memahami aspek konstruksi, tetapi juga harus menguasai bisnis, tata ruang, lingkungan, hingga regulasi pemerintahan.

“Pemerintah Kabupaten Serang sangat mendukung program ini. Menjadi developer membutuhkan kompetensi yang lengkap karena harus mampu berkolaborasi dengan banyak pihak dalam mengembangkan sebuah kawasan,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, Kabupaten Serang memiliki prospek yang sangat besar bagi pengembangan sektor properti. Didukung infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Jakarta–Merak, Tol Serang–Panimbang, serta keberadaan hampir seribu perusahaan, kebutuhan akan kawasan hunian diperkirakan terus meningkat.

Meski demikian, ia mengingatkan para pengembang agar memperhatikan aspek legalitas lahan sebelum melakukan pembangunan, terutama terkait aturan alih fungsi lahan pertanian.

“Kami mendukung penuh investasi di sektor properti. Namun, setiap pengembang harus memastikan status lahannya jelas dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkasnya. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button