JAKARTA, biem.co – for Revenge mempersembahkan single terbaru bertajuk ‘Museum Duka’, sebuah kolaborasi bersama YB ( Reza Arap) dan Tepe. Lagu ini lahir dari hubungan kreatif yang terbangun setelah ketiganya tampil bersama membawakan ‘Serana’ dan ‘Penyangkalan’ dalam sebuah festival.
Ide kolaborasi kemudian diinisiasi oleh YB melalui Boniex, vokalis for Revenge. Bagi for Revenge, proyek ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus tantangan tersendiri karena mempertemukan karakter musik for Revenge, YB , dan Tepe dalam satu karya. “Buat kami itu suatu kehormatan. Terlebih menyatukan for Revenge, YB, dan TePe dalam sebuah lagu menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Boniex.
Keterlibatan Tepe juga memiliki cerita tersendiri. Sebelumnya, Tepe beberapa kali tampil bersama for Revenge sebagai drummer. Intensitas pertemuan tersebut kemudian membangun hubungan personal yang kuat di antara mereka. Menurut Boniex, tanpa kehadiran Tepe, pertemuan for Revenge dengan YB mungkin tidak akan terjadi. Dalam proses produksinya, Boniex dan YB berkolaborasi dalam penulisan lirik, sementara Tepe mengisi posisi drum. Aransemen lagu turut dibantu oleh Faisal Riant, yang sebelumnya terlibat dalam proyek for Revenge ‘I Miss You Every Brand New Day’.
Proses penulisan ‘Museum Duka’ berlangsung secara dinamis. Boniex menerjemahkan gagasan yang dibawa YB, lalu keduanya mengembangkan lirik tentang kehilangan dan cara manusia memproses duka. “Setiap orang punya ‘Museum Duka’-nya masing-masing. Setiap orang punya ruangan untuk menyimpan cerita, wajah, dan versi diri yang pernah kita kenal begitu dalam,” ujar Boniex.
Bagi YB, ‘Museum Duka’ menggambarkan tempat personal yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan sosok atau kenangan yang telah pergi. Tempat itu bisa berupa hati, ruangan, maupun benda-benda yang masih disimpan. Ketika rasa rindu datang, seseorang akan kembali mengunjunginya. “Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,” tutur YB.
‘Museum Duka’ juga menandai pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi dengan sebuah band. Karakter vokalnya menghadirkan warna baru bagi musik for Revenge, sementara permainan drum Tepe memperkuat perpaduan ketiga karakter tersebut.
Melalui lagu ini, for Revenge, YB Rap, dan Tepe tidak mengajak pendengar untuk melupakan kehilangan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup. “Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” kata Boniex.
‘Museum Duka’ telah tersedia di berbagai platform musik digital tanggal 4 September 2026. Bersamaan dengan perilisan single, video musik ‘Museum Duka’ turut menghadirkan pengalaman visual yang teatrikal dan emosional dalam menerjemahkan tema kehilangan. (Red)
Selamat mengunjungi “Museum Duka”-mu.








