Terkini

Tukar Uang Rusak di Kas Keliling BI Banten, Ihsan Warga Pulau Panjang Ingin Bikin Anak-anaknya Senang

SERANG, biem.co – Senyum terlihat dari wajah Ihsan saat membawa uang rusak dan lusuh miliknya ke layanan Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Bank Indonesia (BI) Banten di Pulau Panjang, Kabupaten Serang, Rabu (30/9/2026).

Bukan untuk kebutuhan pribadi, uang yang ditukarkan Ihsan itu sudah punya tujuan sederhana. Ia ingin membawa pulang uang baru untuk jajan anak-anaknya.

Total uang yang ditukarkan mencapai Rp1,2 juta. Uang tersebut kemudian ditukar dengan pecahan yang lebih layak dan baru.

“Buat jajan anak, biar senang anak. Kalau uang baru kan anak dikasih uang baru, anak senang,” kata Ihsan.

Aktivitas Penukaran uang di Kantor Desa Pulau Panjang

Bagi Ihsan, uang baru punya makna tersendiri ketika diberikan kepada anak-anak. Ada kebahagiaan sederhana saat melihat anak menerima uang yang masih bersih dan baru.

“Alhamdulillah, sangat senang. Buat nyenangin anak juga. Anak-anak kalau dikasih uang baru kan sangat suka,” ujarnya.

Sehari-hari, Ihsan bekerja sebagai tukang bangunan. Uang yang ditukarkannya merupakan hasil dari pekerjaannya.

Ia mengaku terbantu dengan kehadiran layanan BI di Pulau Panjang. Sebab, tanpa layanan tersebut, warga harus mencari cara lain untuk menukarkan uang rusak atau lusuh.

“Mumpung ada yang ke sini, jadi kita enggak repot-repot ke darat. Cukup hanya di sini, tujuan kita terselesaikan,” katanya.

Menurut Ihsan, kehadiran BI di pulau tersebut membuat warga tidak perlu mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk mendapatkan layanan penukaran uang.

Karena itu, ia berharap layanan Kas Keliling BI dapat hadir lebih sering. Jika selama ini hanya sekitar setahun sekali, Ihsan berharap kunjungan bisa dilakukan setidaknya setiap enam bulan.

“Kalau bisa per semester, enam bulan sekali,” harapnya.

Sulkiah tukar uang sobek di kas keliling BI Banten

Cerita serupa juga dirasakan Sulkiah, warga Pulau Panjang yang sehari-hari berjualan.

Ia membawa uang pecahan Rp100 ribu yang kondisinya sobek. Sulkiah mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana uang tersebut berasal, karena kemungkinan diterimanya saat ada pembeli yang bertransaksi.

“Saya jualan, mungkin kurang teliti waktu ada yang beli,” ujarnya.

Sulkiah sempat khawatir uang tersebut tidak bisa digunakan kembali. Namun, setelah mengetahui uang rusak itu dapat ditukarkan melalui layanan BI, ia mengaku lega.

“Alhamdulillah, katanya bisa ditukar di BI jadi uang baru. Senang, jadi bisa dibelanjakan lagi. Tadinya takut tidak laku,” katanya. ***

Editor:

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button