Film & MusikHiburanTerkini

Peserta Intensif Musikal Budaya Hadirkan Pertunjukan Menanggung Dua Panggung di HUT Ke-13 Galeri Indonesia Kaya

JAKARTA, biem.co – Selama 13 tahun hadir di tengah masyarakat, Galeri Indonesia Kaya terus membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk belajar, berkarya, dan terlibat dalam ekosistem seni pertunjukan Indonesia. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, sebuah pertunjukan musikal jukebox yang menjadi kelanjutan perjalanan para peserta dalam mengembangkan kemampuan dan berkarya di dunia seni pertunjukan.

Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya merupakan program pelatihan yang dipersembahkan Indonesia Kaya sejak 2019 untuk mengembangkan talenta seni panggung dan mendukung regenerasi pelaku teater musikal Indonesia. Pada Mei 2025, 45 peserta program batch 3 telah menyelesaikan kelas yang berlangsung selama delapan bulan, di mana 15 di antaranya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025. Pertunjukan Menanggung Dua Panggung menjadi kesempatan bagi ke-15 peserta tersebut untuk meneruskan pengalaman belajar tersebut ke dalam proses kreatif dan pementasan karya di Indonesia.

Menanggung Dua Panggung berkisah tentang Ranting, seorang pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai bagian dari Teater Jalar, ia selama ini menjalani mimpinya sebagai pemeran utama di atas panggung. Namun, setelah lulus kuliah, Ranting harus langsung bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di tengah tuntutan untuk menunjukkan performa di tempat kerja dan dedikasi yang dibutuhkan dunia teater, Ranting terombang-ambing di antara dua panggung. Ranting mulai mempertanyakan apakah sorotan yang selama ini ia kejar benar-benar menentukan nilai dirinya.

Dalam pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit, kisah Ranting mengajak penonton untuk melihat pergulatan seseorang dalam menyeimbangkan tanggung jawab, tuntutan hidup, dan ruang bagi mimpi serta jati dirinya. Cerita tersebut disampaikan melalui naskah orisinal dan format musikal jukebox yang memadukan dialog, musik, dan gerak panggung melalui tujuh lagu, yaitu Keroncong Kemayoran, Semua Ini Untuk Apa karya Donne Maulana, Makin Lelah karya Payung Teduh, Melukis Senja karya Budi Doremi, Sempurnanya Aku karya NPD, Hasrat Menyala karya Mus Mulyadi, dan Kroncong Protol karya Bondan Prakoso & Fade2Black.

“Selama 13 tahun, Galeri Indonesia Kaya berupaya terus tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan ruang bagi talenta muda untuk belajar dan mengembangkan potensi serta ekosistem  seni pertunjukan secara langsung. Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk mendukung proses belajar dan regenerasi talenta seni pertunjukan. Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya. (BW)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button