Film & MusikHiburanTerkini

Lewat Single “SIREN”, BRIE Masuk ke Villain Era Lagu yang Memikat Namun Menenggelamkan

JAKARTA, biem.co  – Bila melalui “SPICE” BRIE mengajak pendengar untuk “show a little SPICE”, kini ia kembali hadir dengan sebuah pertanyaan :

Apa yang terjadi ketika versi dirimu yang paling autentik ternyata ‘terlalu banyak’ untuk orang lain?

Jawaban dari pertanyaan itu hadir dalam “SIREN”, single terbaru BRIE yang menjadi lanjutan perjalanan yang dia buka lewat “SPICE””. Bersama “SIREN”, BRIE menyadari bahwa menunjukan diri sendiri mungkin adalah bagian yang mudah. Yang jauh lebih sulit adalah bagaimana tetap menjadi din sendiri ketika tidak semua orang dapat menenma siapa dirimu sebenarnya.

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Lahirnya “SIREN” juga menjadi penanda bahwa BRIE memasuki apa yang ia sebut sebagai “Villain Era’. Bukan karena BRIE ingin menjadi jahat, justru sebaliknya. Bagi BRIE, “Vilam Era’ adalah ketika la berhenti dan menolak untuk mengecilkan dirinya sendin hanya karena persepsi atau ekspektasi orang lain. Dalam mitologi Yunani, “SIREN” dikenal sebagai makhluk yang memikat pelaut melalui nyanyian mereka. Melalui nyanyian mereka yang menghipnotis, para “SIREN” menenggelamkan kapal dan para pelaut langsung dimangsa. Konsep dari mitologi inilah yang menjadi inspirasi untuk “SIREN”

“SIREN bukan ajakan buat marah. Tapi ajakan untuk bersuara Jadi lagu ini tentang akhirnya berani jadi diri sendiri, apa adanya. Alasan lagu ini dijuduli ‘Siren’: datang dari SIREN song, lagu yang dinyanyin para mermaid. Lagunya bikin kita nggak bisa berhenti dengerin, tapi pas disadari, ternyata itu bisa nyakttin”, ujar BRIE.

Namun bagi BRIE, “SIREN” bukanlah lagu yang berisi dengki dan benci. Tetapi, lagu ini adalah tentang bagaimana kita dapat mencan keberanian untuk menyuarakan hal hal yang selama ini dipendam dan bagaimana cara menenma bahwa tidak semua orang dapat merasa nyaman ketika kita memberikan kebenaran yang kita punya.

Secara musikal, “SIREN” membawa BRIE semakin jauh dari energi alternative R&B tajam dan penuh percaya diri yang dihadirkan melalui “SPICE”. Kali ini SIREN membawa BRIE berlayar ke wilayah Alternative R&B dengan sentuhan dark-pop yang misterius namun membuai.

Dengan layering vokal yang menggema, bassline yang halus, serta ambient synth yang dalam, menaptakan atmosfer seolah membawa pendengar tersesat di tengah lautan seperti para pelaut yang mendengar nyanyian “SIREN” saat berlayar. Indah, menenangkan, namun menyimpan daya tarik yang tidak bisa dilawan.

Perubahan musikal ini juga menjadi penanda BRIE menolak ditempatkan dalam satu label tertentu sebagai seorang artist. Jika “SPICE” hadir dengan energi yang lebih tajam, percaya diri, dan penuh warna, maka “SIREN” memperlihatkan sisi yang lebih gelap, kompleks, dan sulit didefinisikan.

“SIREN” memperlihatkan bahwa tidak ada satu versi diri yang bisa mewakili dirinya secara utuh.

“Jika SPICE adalah tentang BRIE berani tampil apa adanya. “SIREN” adalah tentang apa yang terjadi setelahnya: tidak semua orang bisa menerima”, ungkapnya.

“SIREN” ditulis untuk siapa saja yang pernah merasa harus terus mengalah, harus memahami, dan terus diam meskipun sebenarnya ingin menyuarakan begitu banyak hal.

Bersama “SIREN”, BRIE mengajak pendengar untuk melangkah keluar dan mendengarkan hanya suara hati kita sendiri. Karena terkadang,hal paling berani yang bisa dilakukan seseorang bukanlah berbicara lebih keras. Melainkan berhenti membungkam dirinya sendiri. (Red)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button