KabarTerkini

Tema Menakar Potensi Kekuatan Khilafah, Ramaikan Diskusi Ilmany Korwil Serang

KOTA SERANG, biem.co — Di penghujung Maret (28/03) pengurus Ikatan Alumni Nurul Madany (Ilmany) Korwil Serang kembali menyelenggarakan diskusi bulanan.
Dalam diskusi kali ini, Ilmany Korwil Serang mengangkat tema “Menimbang Khilafah dan Menakar Potensi Kekuatannya”. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ahmad Latif (Aktivis HTI Banten).

Latif yang juga berprofesi sebagai Dosen pada salah satu perguruan tinggi di Lebak menyampaikan sejarah berdirinya sistem khilafah sampai pada munculnya sistem demokrasi sebagai sistem negara dewasa ini.

Menurut Latif, sejarah Khilafah dimulai saat Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah sampai runtuhnya khilafah pada masa Dinasti Usmaniyyah di Turki, dan salah satu tokoh yang merubah sistem khilafah menjadi demokrasi adalah Mustofa Kemal yang juga berasal dari Turki.

Baca juga: Ilmany Korwil Serang Gelar Diskusi tentang ​Etnisitas dan Agama sebagai Isu Politik

Latif menambahkan, bahwa dalam memahami sistem ini, khilafah tidak hanya terbatas pada sistem ketatanegaraan, akan tetapi harus menyentuh aspek lain seperti ekonomi.

“Sistem perekonomian secara Islam adalah sistem yang paling baik, karena di dalamnya tidak ada unsur riba atau bunga tapi bagi hasil dan hal itu akan lebih memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ungkap Latif.

Suasana diskusi tampak hidup, dengan ajuan pertanyaan dari peserta yang beragam menyoal efektivitas penerapan sistem khilafah di Indonesia diselaraskan keanekaragaman budaya dan agama. 

Latif berpendapat, bahwa dengan sistem khilafah-lah keberagaman dan toleransi itu akan semakin terjaga, karena ketika sistem khilafah ini berdiri tidak mengharuskan semua masyarakatnya beragama Islam, namun tetap menjaga keberagaman dan toleransi antar agama.

“Lihat, saat Rasulullah menerapkan sistem khilafah di Madinah tanpa mengusir kaum Yahudi dan Nasrani kala itu,” serunya.

Tampak Agus Sutisna (Mantan Ketua KPU Lebak) juga hadir memberikan materi dan meramaikan diskusi.

Baca juga: Tema “Problematika Kebangsaan dan Keumatan” Menghiasi Pelantikan ILMANY Korwil Serang

Menurut Agus, tema ini sangat baik dan penting diangkat. Tidak sebagai upaya mengganti sistem kenegaraan, akan tetapi sebagai upaya kecil mengimbangi tema sekuleritas yang saat ini marak didiskusikan di beberapa tempat.

Tidak hanya itu, menurut Agus, sejarah khilafah juga dimaksudkan untuk menggugah kesadaran pemuda Islam tentang banyak hal yang dilupakan dan ditinggalkan padahal itu bagian dari kekayaan Islam.

“Dengan kajian politik berbasis norma Islam, maka diskusi-diskusi seperti ini harus terus digalakan,” tukasnya.

Namun, bertolak belakang dengan Latif, Agus menyatakan bahwa negara Indonesia sudah terlanjur menggunakan sitem demokrasi.
Menurut Agus, cara paling efektif dalam menerapkan sistem khilafah di Indonesia adalah dengan Jihad Elektoral. 

Diketahui, diskusi rutin ini juga dihadiri oleh Ilmany Pusat, Ilmany Korwil Jabar, dan Ilmany Korwil Jakarta.  Selain itu, Ilmany juga mengundang segenap pihak untuk turut serta baik sebagai pembicara atau sebagai peserta. (red)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *