Irvan HqKolom

Catatan Irvan Hq: Reformasi

biem.co — Jauh sebelum ada mesin pencari informasi bernama Google, saya sudah mengenalkan bagaimana cara menggunakan buku Ensiklopedia Indonesia kepada anak saya yang baru saja masuk kelas satu di Sekolah Dasar (SD). Siapa sangka tujuh buah buku tebal warisan paling berharga dari almarhum Ayah saya itu berpengaruh besar terhadap perkembangan pola pikir dan sikapnya hingga saat ini duduk di bangku kuliah.

Buku Ensiklopedia Indonesia merupakan kumpulan tulisan mengenai berbagai informasi yang disajikan secara ringkas dan mudah dipahami. Uniknya buku ini seperti kamus, disusun menurut abjad, sehingga kita bisa mencari artikel sesuai dengan kebutuhan. Hanya saja diperlukan teknik khusus supaya informasi yang kita cari dapat dengan mudah dan cepat ditemukan, misalnya dengan cara memindai atau baca-tatap.

Setiap anak saya bertanya tentang sesuatu hal, saya selalu membiasakan dirinya untuk mencoba mencari terlebih dahulu di buku Ensiklopedia Indonesia, kebiasaan ini yang kemudian sangat membantu anak saya mengerjakan tugas sekolah dengan cepat. Mahir menemukan kata dalam kamus, membaca indeks dengan cepat dan dengan mudah mencari informasi di buku-buku ensiklopedia lainnya membuat anak saya seperti memiliki Google sebelum waktunya.

Saya ingat betul waktu itu anak saya penasaran kenapa dirinya diberi nama Reformasi, sebuah singkatan dari nama lengkapnya REsti FORtuna MAturaSI. Dengan cekatan Resti kecil mengambil buku ke-5 dari Ensiklopedia Indonesia dan menemukan kata Reformasi pada halaman 2867. Di situ cukup banyak informasi yang Resti dapatkan mengenai kata Reformasi, mulai dari Reformasi Protestan pada abad ke-16, Reformasi Katolik, sampai dengan Reformasi Indonesia pada tahun dimana Resti lahir yaitu 1998.

Pada masa itu krisis multi dimensi yang berkepanjangan menyebar ke segala sendi kehidupan, jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika menyebabkan membengkaknya nilai utang luar negeri Indonesia yang sudah jatuh tempo, harga kebutuhan pokok melambung tinggi, daya beli masyarakat pun merosot tajam, dimana-mana terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan  jumlah pengangguran pun menumpuk. Kerusuhan dan penjarahan semakin membesar di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini medorong gerakan reformasi bergulir semakin kuat dan tidak dapat dibendung lagi, setelah lebih dari 32 tahun berkuasa akhirnya Soeharto pun mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

Peristiwa penting inilah yang kemudian saya abadikan kepada nama anak saya untuk mengenang betapa pentingnya proses perbaikan dilakukan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. REsti adalah nama perempuan yang berarti restu, didalamnya terselip do’a dan harapan bahwa apapun yang dilakukannya selalu mendapat restu dari orang-orang disekelilingnya, restu dari orang tua bahkan restu dari Allah, SWT. Sedangkan FORtuna berarti perempuan yang memiliki keberuntungan dan masa depan yang baik, beruntung artinya berhasil mendapatkan apa yang kita mau. Tentu saja keberuntungan itu tidak datang begitu saja, untuk mewujudkannya perlu kerja keras dan perjuangan, kita sendiri yang harus menciptakannya.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata MAturaSI menggambarkan sebuah proses dimana kita menjadi dewasa, tumbuh apa adanya dan sewajarnya. Korupsi, kolusi, nepotisme, adalah gambaran manusia yang lebih mementingkan hasil daripada proses. Cara-cara instan hanya akan merusak keseimbangan dan mengganggu mekanisme alam. Itu kenapa daripada harus memberikan ikan, saya lebih suka memberikan alat pancing dan mengajarkan bagaimana cara menggunakannya dengan baik.

Sama dengan bulan ramadhan, nama REsti FORtuna MAturaSI yang disingkat menjadi REFORMASI ini mempunyai semangat untuk melakukan perbaikan, yaitu berlangsungnya proses perubahan untuk memperbaiki sesuatu dengan cara dan kebiasaan yang lebih baik. Tidak penting kita memulainya dari titik terendah, tidak penting kita memulainya dari cara yang paling sederhana dan tidak penting kita memulainya dengan segala keterbatasan yang kita miliki. Yang paling penting adalah seberapa kuat kita berupaya selangkah demi selangkah untuk terus mereformasi diri mengembangkan potensi menjadi pribadi yang lebih baik. Kita sekarang adalah hasil dari proses di masa lalu, dan kita di masa depan adalah hasil dari proses dimasa sekarang. Selamat Ulang Tahun yang ke-19 nak, doa terbaik kami selalu menyertai langkahmu…


Irvan Hqadalah CEO biem.co dan Ketua Umum Banten Muda Community. Di sela waktu padatnya bekerja di sebuah perusahaan, Irvan menyempatkan diri membuat tulisan ringan sebagai catatan dari berbagai persoalan sosial kehidupan yang terjadi di sekelilingnya. 

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *