biem.co – Kendaraan bermotor merupakan hal penting untuk mobilitas kita dari satu tempat ke tempat lain. Tapi ada yang perlu diingat, bagi sobat biem yang memiliki kendaraan, khususnya motor roda dua, jangan sekali kali meninggalkan kewajiban untuk menggati oli mesin secara berkala.
Kenapa sih seperti itu, Sob? Karena kinerja mesin akan lancar dan maksimal apabila kualitas oli mesin masih dalam kondisi baik. Merawat mesin cukuplah mudah, dengan menyiapkan kocek setiap bulannya sobat bisa bawa si kuda besi kesayangan untuk melakukan perawatan berupa servis rutin dan ganti oli secara berkala. Nah, apa sih efek dari kelalaian terlambat mengganti oli?
Terlambat mengganti oli akibatnya akan sangat berbahaya terhadap performa mesin, karena fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas mesin untuk mengurangi gesekan antar komponen dan sebagai pendingin mesin.
Nah, ini penyebab akibat telat ganti oli yang dikutip dari teknisiotomotif.com:
Mesin Menjadi Kasar
Jika oli si kuda besi telat diganti, biasanya tanda yang jelas terlihat adalah mesin terasa lebih kasar dari biasa. Kalau oli masih bagus dan volume-nya masih belum berkurang, kondisi mesin akan enak diajak jalan dan suaranya halus. Getaran keras pada mesin ini karena volume oli mesin yang sudah jauh berkurang atau bahkan habis.
Overheating atau Mesin Kepanasan
Yang kedua, fungsi oli pada mesin adalah sebagai pendingin mesin. Ketika kondisi oli sudah dalam keadaan kotor dan volume-nya berkurang karena telat diganti, maka oli tidak dapat mendinginkan mesin dengan optimal. Proses pendinginan mesin jadi semakin lambat, dan akan terasa ketika sobat biem membawanya.
Dengan kondisi tersebut mesin akan menjadi panas. Jika terus menerus dibiarkan seperti itu maka lama kelamaan bagian dari komponen mesin menjadi rusak. Salah satu contoh kerusakan yang terjadi adalah head silinder atau piston dan klep seher akan melengkung dan jika sudah begini kepala silinder harus diganti.
Boros Bahan Bakar
Terlambat mengganti oli, salah satu resikonya adalah konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros, karena ketika mesin menyala maka akan terjadi gesekan antar komponen mesin.
Ketika oli mesin lama tidak diganti, maka gesekan antar komponen mesin tersebut akan semakin kasar dan keras. Dan akibatnya, tarikan mesin jadi lebih berat dan kondisi ini membutuhkan lebih banyak konsumsi bahan bakar.
Menurunnya Kinerja Mesin
Salah satu resiko berikutnya adalah performa mesin akan menjadi jauh berkurang. Karena fungsi oli pada mesin sangatlah vital, maka ketika kondisi oli sudah tidak bagus atau bahkan berkurang, maka secara otomatis performa mesin pun akan menurun.
Usia Mesin Menjadi Pendek
Apabila oli mesin secara rutin diganti maka usia pakai mesin akan jauh lebih lama dibandingkan dengan mesin yang olinya tidak pernah diganti atau sering terlambat diganti. Karena usia pakai mesin ini sangat erat kaitannya dengan kondisi oli.
Seker Ngancing
Selanjutnya yang bisa terjadi saat kita telat ganti oli adalah seker ngancing. Ini sangat berbahaya bagi pengendara. Apabila sedang dipakai dan seker ngancing dengan tiba-tiba maka kendaraan akan berhenti seketika.
Rusaknya Komponen Mesin
Pada mesin motor akan terjadi kerusakan komponen yang menyebabkan harus dilakukannya penggantian komponen dengan yang baru, tentu ini akan menguras isi dompet yang lumayan. Misalnya saja, terjadi kerusakan pada seker.
Harus Turun Mesin
Terakhir resiko terparah ketika sering telat mengganti oli adalah turun mesin. Kalau sudah terlalu sering terjadi masalah pada mesin, maka kerusakan akan menjalar ke komponen-komponen mesin lainnya. Dan untuk memulihkan mesin menjadi sehat dan bagus, maka diperlukan adanya penggantian komponen dengan yang baru.
Satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah dengan turun mesin. Proses ini akan mengekuarkan dana yang cukup besar dan pengerjaannya menghabiskan waktu lama.
Hm, bagaimana? Semoga bermanfaat bagi sobat biem yang memiliki kendaraan bermotor. Lebih baik mengeluarkan kocek mengganti oli dan servis rutin dengan perkiraan kurang dari Rp100.000,- dibandingkan mengganti komponen atau sparepart ratusan ribu hingga jutaan karena akibat telat mengganti oli. (Dion)








