BudayaHiburan

Saat Tertekan, Perempuan Jepang Bayar Lelaki Tampan Untuk Meluapkan Tangisan

biem.co – Banyak penyebab mengapa seseorang mengeluarkan air mata. Bisa jadi karena rasa sedih yang mendalam, kekecewaan, kehilangan, frustasi, atau bahkan sekedar menonton film mengharukan. Terkadang, menangis memang menjadi obat paling mujarab untuk meringankan perasaan. Begitu juga dalam hal kesehatan, menangis mampu membunuh toksin yang ada dalam tubuh, serta memperbaiki penglihatan.

Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah mengekspresikan emosinya. Menangis yang identik dilakukan perempuan ini─bukan berarti laki-laki tak bisa menangis─nyatanya tak dirasakan oleh para perempuan di Negara Jepang.

Menurut poling yang dilakukan oleh International Study on Adult Crying, seperti yang dilansir dari National Geographic, orang-orang Jepang adalah orang yang paling jarang menangis dibandingkan penduduk dari 37 negara lainnya. Apa, ya, alasannya?

Ternyata, bagi warga Jepang, budaya menangis menjadi salah satu hal yang tabu untuk dilakukan, Sobat biem. Faktanya, menunjukkan kesedihan dengan menangis dianggap sebagai tindakan yang tidak dewasa. Sehingga mereka sebisa mungkin harus menekan emosinya. Kebiasaan tersebutlah yang membuat orang Jepang cukup sulit untuk menangis.

Menariknya, salah satu pengusaha di Jepang, menjadikan hal tersebut sebagai peluang bisnis. Ada salah satu perusahaan yang menyediakan jasa meluapkan tangisan dengan menyediakan pria tampan untuk menghapus air mata perempuan. Bisnis Ikemeso Takkyubin atau ‘Pengantar Tangisan’ yang didirikan oleh seorang pengusaha bernama Hiroki Terai ini sangat populer di kalangan perempuan.

Terai mengaku, awal mula ia mendirikan bisnis tersebut karena melihat adanya kebutuhan konseling pasangan Jepang yang baru saja mengalami perceraian. Terai menemukan fakta bahwa saat pasangan Jepang bercerai, pria Jepang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja atau bermain golf dalam masa berkabungnya. Oleh karena itu, kata Terai, bisnis ‘jasa menangis’ ini ditujukan untuk perempuan bercerai yang sedang terluka.

Sedangkan alasan memilih pria tampan sebagai mediator pengantar tangisan dikarenakan banyak orang berperilaku berbeda di sekitar orang-orang yang mereka minati. “Dan pengalaman emosional akan semakin meningkat di tengah seseorang yang kita anggap menarik,” ujarnya. Tanda-tanda kelegaan setelah menangis pun terpancar dari wajah para perempuan Jepang yang menggunakan jasa Ikemeso Takkyubin.

Keunikan dari bisnis tersebut rupanya menarik seorang Sutradara bernama Darryl Thomas untuk membuat sebuah film pendek yang menceritakan tentang Ikemeso Takkyubin. Menurut Thoms, pada masyarakat Jepang, di mana kebanyakan orang─terutama wanita dengan pekerjaan yang penuh tekanan─tidak memiliki pasangan untuk pulang dan menjadi tempat meredakan stres, akhirnya membuat kebutuhan mereka tidak terpenuhi.

“Bisnis Ikemeso Takyyubin yang didirikan Terai ini berusaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” papar Thoms. (HH)

Editor : Redaksi

Related Articles

Berikan Komentar