KabarTerkini

Pertunjukan Teater “Kita”; Kontra Akan Kesan Indah, Rukun, dan Serasi

KOTA SERANG, biem.co — Selasa malam (27/03), Komunitas Teater ‘Kembali’ mengadakan pertunjukan yang bertajuk “Kita” dengan mengusung tema “Sebuah Konsep yang Selamanya Akan Terlibat Adu Jotos, Sementara Aku dan Kamu yang Mati”. Pertunjukan teater ini disutradarai Imaf M Liwa dan diperankan oleh Arif Sodakoh, Devi Permatasari, Angga Neza, serta Irfan Suparman.

Imaf menuturkan, pertunjukan ini bukan menceritakan hal yang bersifat solutif. Akan tetapi, ia selaku penggarap ingin mengajak penonton untuk merefleksi kondisi sosial yang memang sedang dilematis.

“Kemudian, sedang merasa tegang serta ketakutan karena memang banyak sekali hal-hal yang membuat kita takut dengan pemberitaan-pemberitaan di sosial media,” ucapnya, saat ditemui biem.co usai pertunjukan di House of Selbai 34 Venue.

Saat ini, lanjutnya, sangat mudah sekali mengakses informasi di sosial media, seperti berita hoax dan sebagainya. “Inti dari judul dan penampilan teater ini, ya, mari kita merefleksi kondisi sosial yang sedang terjadi dan mengkhawatirkan. Konsep kita, dalih perbedaan ideologi dan banyak hal yang membuat pergesekan semakin kencang, Melalui dua tokoh laki-laki serta perempuan yang memiliki karakter berbeda,” jelasnya.

Dalam pementasan ini, kata Imaf, Komunitas Teater ‘Kembali’ membawakan hal-hal yang bersifat aktual. Sementara, menanggapi pementasan ini, Farid Ibnu Wahid, Manager Program Komunitas ‘Kembali’, menurutnya ini merupakan sesuatu yang berbeda. Terlihat dari Sutradara yang memanfaatkan konsep.

“Sutradara mewacanakan semua hal yang perlu direspon, termasuk benda mati yang ada di sekitar. Bagaimana pun mereka punya cerita tersendiri,” terangnya.

“Saya melihat, ‘Kita’ memakai konsep yang kontra akan kesan indah, rukun, dan serasi. Justru ini menjadi konflik yang terus-menerus. Di sini, tokoh perempuan dan laki-laki itu memiliki alasan masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap, proyek teater ini bisa terus berjalan. Adapun rencana Komunitas ‘Kembali’, yaitu ingin berbagi kebahagiaan dengan membuka kelas seni peran. “Bagaimanapun, keaktoran atau pemeranan berguna di masyarakat,” tutupnya. (Dion)

Editor : Happy Hawra

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar