KabarTerkini

Amati Pengaruh Petir, Sejumlah Perangkat Kamera Akan Dikirim ke Luar Angkasa

biem.co – Salah satu gejala alam yang kerap muncul ketika Bumi dilanda hujan adalah datangnya petir atau kilat. Pada saat itu, kita bisa melihat kilatan cahaya sesaat yang kemudian disusul dengan suara gemuruh.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, petir ini bisa terjadi karena adanya perbedaan muatan potensial positif dan negatif antara awan dengan bumi atau awan dengan awan lainnya─yang tentunya tak bisa terlihat oleh mata telanjang.

Melansir Independent, Seorang peneliti dari Universitas Bath di Inggris, mengatakan akan mengamati dan merekam anatomi bagian dalam proses petir untuk membantu para ilmuwan untuk memahami efek petir di atmosfer Bumi dari angkasa lewat The Atmosphere-Space Interactions Monitor (ASIM).

Sejumlah perangkat dalam ASIM, seperti kamera optic, pengukur cahaya, X-ray, dan detector sinar Gamma akan dikirim ke luar angkasa untuk pertama kalinya. Ia mengatakan, perangkat tersebut memungkinkan untuk mengukur semburan sinar-sinar Gamma dari badai dan bisa mengamati petir─yang memang hanya berlangsung satu milidetik.

“Saya telah meneliti dan menyelidiki ruang dan peristiwa petir selama lebih dari 15 tahun, dan peluncuran ASIM terasa seperti puncak perjalanan saya untuk memahami fenomena ini,” ungkap Dr Martin Fullekrug.

Perangkat dengan berat 314 kg ini, kata Martin, akan dipasang di luar modul Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Columbus sejauh 250 mil.

“Ini adalah pertama kalinya perangkat pengukuran yang terperinci dan berteknologi maju akan diterbangkan ke angkasa untuk mengamati kilat petir. Mudah-mudahan, ini akan memberikan kita pengetahuan baru tentang bagaimana petir dimulai dan bagaimana sifat-sifat petir dapat memengaruhi kehidupan kita sehari-hari dalam banyak hal yang berbeda,” jelasnya, seperti yang dikutip dari Independent.

Diketahui, bahwa perangkat tersebut akan terus-menerus berjalan selama dua tahun untuk kemudian dikumpulkan, disimpan, dan dikirim ke Bumi untuk dianalisis. Data tersebut nantinya akan digabungkan dengan pengukuran yang direkam dari satelit meteorologi dan observasi dari seluruh dunia. (HH)

Editor : Redaksi

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Berikan Komentar