Inspirasi

“Gue Kece” dari Gaya, Sikap, dan Aktivitas Positif

biem.co“Gue kece dari lahir…Ke-ce Ke-ce”, Sobat biem tentunya sudah nggak asing, nih, sama sepenggalan lirik ini. Yups, ini adalah lagu “Gue Kece” dari Lil Rascal yang menjadi opening acara Sarah Sechan.

Tapi, kali ini kita bukan ngomongin lagu Lil Rascal, Sarah Sechan, apalagi aib tetangga, hehehe. Ssst, nggak boleh ya, Sob! Kini biem.co akan membahas ‘Kece’ itu seperti apa, sih? Gaya penampilan, prestasi, atau apa, ya?

Nah, ada Siti Aisah yang menerapkan kekecean jagoan kecilnya, Farzan Asif Zardari yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SDN YPWKS 4 Kota Cilegon. Menurut Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Jurusan Bahasa Inggris ini, perihal sebutan keren dan kece yang menilai adalah orang lain.

Katanya, kece atau keren itu jika seseorang anak memiliki kesantunan di mana pun ia berada. “Dan memahami cara berpakaian yang sesuai dengan situasi kondisi, bertutur kata baik juga ciri anak kece. Setiap orang punya pendapat beberbeda dan generasi keren adalah generasi yang berperilaku baik,” ujarnya.

Bener banget tuh, Sob! Just for your information, nih, etika juga bisa mempengaruhi penilaian diri kepada orang lain, loh. Coba bisa kalian bayangkan kalau etika sudah baik, tutur kata rapi, dan pakaian sesuai dengan sikon, pasti orang lain pun menilainya kece.

Apalagi ditambah dengan wangi, pasti kece badai tuh. Berarti kalian jangan lupa pakai minyak wangi ya, jangan minyak urut, itu bukan lagi kece tapi keseleo, hehehe.

Untuk anak menjadi kece dan keren, Aisah membentuk karakter anak mulai sedini mungkin, loh. “Mengajarkan sopan santun kepada sesama teman dan orang yang lebih tua darinya. Membatasi penggunaan gadget dan mengawasi sosial media pada internet,” terangnya.

Hm, ya ya… sosial media juga mempengaruhi, Sob. Apalagi yang lagi viral soal anak bocah putus cinta sampai nangis-nangis itu. Duh, biar apa, ya, bocah seusia itu nangisin cinta? Ya, seharusnya ya ditangisin nilai kenapa jelek, belum ngerjain pekerjaan rumah, dan harga BBM terus naik. Eh, yang terakhir nggak nyambung ya, hehehe.

Baydewey, Aisah sedikitnya berbagi tips buat Sobat biem yang punya anak atau adik kecil untuk kece dari mulai sedini mungkin. “Kadang saya melatih anak untuk relaksasi seperti yoga untuk anak-anak, melatih nafas dalam merilekskan dan menyeimbangkan antara jiwa dan pikirannya seperti brain gym dan senam otak,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam mendukung keinginan anak yang positif seperti ingin menjadi model, ia selalu memberikan support. “Saya sekolahkan anak di sekolah modeling di Cilegon dan bergabung di salah satu management model. Lalu, mengikuti beberapa lomba fashion show,” jelasnya.

“Tentu prioritas tetap jadi anak sekolahan yang baik,” tuturnya. Wah, seru banget nih, Sob, pendapat dari Ibu Dosen ini. Nah, bagaimana dari sisi mahasiswa satu ini yang ingin berceloteh ria soal kece atau keren. Cekidot!

Ada Andika Buana, mahasiswa semester 2, Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) ini berpendapat soal sebutan kece. “Yang utamanya punya ilmu terus dibagiin ke orang itu udah keren sih menurut gua,” kata cowok kelahiran Wonosobo, 15 Maret 1999 ini.

Gua menunjukan kerennya, dengan tampil di panggung. Membuktikan ke orang-orang kalo gua bukan orang yang hanya dilihat dari luarnya saja,” ungkapnya.

Yups, secara cowok biasa disapa Dika ini sedang merintis karirnya di dunia komedi, loh, Sob. Katanya, kece juga dilihat dari followers sosial media “Contohnya bisa lihat instagram gua @buana_andika, hehehe,” pungkasnya. Duh, sepertinya Dika ini kekurangan followers.

Ya, memang setiap belanja di Mini Market ‘InGomerit’ nggak pernah menawarkan isi ulang followers, jadi sabar ya, hehehe. Hmm, masing-masing pasti mempunyai statement sendiri tentang arti kece atau keren, termasuk Sobat biem.

Jadi, tunjukin, yuk, kekecean kalian dengan aktivitas positif dan bisa berbagi inspirasi kepada banyak orang. (Dion)

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar