KabarTerkini

Himpunan Mahasiswa Banten Tanyakan Pengendapan APBD 9,42 T Pemprov Banten

biem.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daeran (RAPBD) Tahun 2018 sebesar Rp 11,3 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan satu triliun dari APBD Tahun 2017 yang sebesar Rp 10,3 triliun.

Dikutip dari laman Radar Banten, Senin (02/04), memasuki evaluasi capaian realisasi Triwulan I tahun anggaran 2018, dari target 15 persen, Pemprov hanya bisa merealisasikan sebesar 8,5 persen atau sebesar Rp 875,5 miliar dari total APBD sebesar Rp 10,3 triliun. Itu artinya, masih ada Rp 9,42 triliun anggaran mengendap atau belum bisa digunakan.

Anggaran APBD Provinsi Banten tahun 2018 mencapai 11,3 T. Namun, dengan angaran APBD yang cukup besar ini belum dirasakan perubahannya oleh masyarakat. Ini menjadi ‘pekerjaan rumah’ untuk Banten di bawah pemerintahan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta Adhia Muzakki, menyoroti persoalan adanya pengendapan anggaran APBD Pemrov Banten mencapai 9,4 Triliun. Ia memberikan komentar terkait persoalan tranparansi anggaran Pemprov yang sudah dicanangkan bersama.

Adhia juga menambahkan, terkait dengan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten, harus sudah menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengatur dan merealisasikan program yang telah dicantumkan di RPJMD.

“Semestinya, OPD di Provinsi Banten ini harus lari merealisasikan program prioritas yang telah dicantumkan di RPJMD. Sudah, lah,  bangun dari tempat tidur. ini demi menyejahterakan rakyat Banten. Potret Banten saat ini masih carut marut dari sektor infrastruktur jalan, pendidikan masih belum memadai, kesehatan masih belum memadai, tiga hal ini sangat penting,” papar Adhia, Rabu (04/04), saat dikonfirmasi di Sekretariat HMB Jakarta.

Menurut Adhia, dengan pergantian Kepala Pemerintahan yang baru saat ini, ia menekankan agar Pemprov segera bisa menjalankan tugasnya dengan benar.

“Seharusnya pemerintah yang dinahkodai Gubernur WH dan Andika ini, bisa lebih maju dengan membawa misi perubahan di Banten, dalam rangka mensejahterahkan rakyat Banten. Dan semua itu harus diniatkan untuk kepentingan rakyat, dan harus segera merealisasikan program-programnya,” tandasnya.

Diketahui dari jumlah APBD Provinsi tersebut, sebesar 65,59 persennya dialokasikan untuk pelayanan dasar, yakni pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan. Rinciannya, total APBD dan APBN untuk bidang pendidikan di Banten totalnya sebesar 32,48 persen. Alokasi infrastruktur 29,27 persen dan kesehatan 13,86 persen. (awd)

Editor : Happy Hawra

Related Articles

Berikan Komentar