Terkini

Kinerja BPRSCM Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp161,5 Miliar

CILEGON, biem.co – Kinerja Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRSCM) menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo. Sejumlah indikator utama mengalami pertumbuhan, mulai dari aset, pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga laba bersih. Perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya kinerja bank syariah milik Pemerintah Kota Cilegon tersebut.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, pertumbuhan BPRSCM harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, sebagai salah satu lembaga keuangan milik daerah, BPRSCM memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Cilegon, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“BPRSCM harus terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya melihat pertumbuhan dari sisi angka, tetapi bagaimana keberadaannya bisa membantu masyarakat dan pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan,” ujar Robinsar, Selasa (11/8/2026).

Ia menilai peningkatan aset, pembiayaan maupun penghimpunan dana masyarakat merupakan indikator penting yang harus diikuti dengan penguatan tata kelola dan pelayanan.

Robinsar berharap BPRSCM dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. “Harapannya BPRSCM semakin sehat, semakin profesional dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BPRSCM Muhammad Yoka Desthuraka menjelaskan, pertumbuhan kinerja terlihat pada sejumlah indikator utama. Dari sisi aset, BPRSCM mencatat kenaikan dari sebelumnya Rp125,6 miliar menjadi Rp161,5 miliar.

Pertumbuhan juga terjadi pada sektor pembiayaan. Nilai pembiayaan yang sebelumnya berada di angka Rp111,9 miliar meningkat menjadi sekitar Rp146 miliar.

“Kalau melihat dari beberapa indikator, memang ada growth. Salah satunya aset dari Rp125,6 miliar menjadi Rp161,5 miliar,” ujar Yoka.

Pada sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari tabungan dan deposito juga mengalami peningkatan. DPK BPRSCM tercatat naik dari Rp80,9 miliar menjadi Rp121,2 miliar. Sementara dari sisi profitabilitas, laba margin bersih meningkat dari sekitar Rp681 juta menjadi Rp1,2 miliar.

Menurut Yoka, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu tolok ukur perkembangan BPRSCM dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus memperkuat kinerja perusahaan. “Ini menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan BPRSCM, baik dari sisi aset, pembiayaan, penghimpunan dana masyarakat maupun laba bersih,” katanya.

Meski demikian, Yoka mengatakan sejumlah angka tersebut masih dalam proses pencocokan dan verifikasi internal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh data yang disampaikan kepada publik sesuai dengan laporan keuangan BPRSCM.

Ke depan, BPRSCM diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan syariah milik daerah. Tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kota Cilegon.

Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi manajemen BPRSCM untuk menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat tata kelola serta memastikan ekspansi usaha tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaan BPRSCM diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga keuangan milik pemerintah daerah, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kota Cilegon. (Arief)

Editor: admin

Tulisan yang Tak Kalah Menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button